Karakterisasi Beberapa Aksesi Tanaman Nanas Lokal dalam Upaya Pelestarian Sumber Daya Genetik di Bangka Belitung

Authors

  • Nuraini Nuraini Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kepulauan Bangka Belitung
  • Tri Wahyuni Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kepulauan Bangka Belitung
  • Muzammil Muzammil Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kepulauan Bangka Belitung

DOI:

https://doi.org/10.30595/pspfs.v4i.493

Keywords:

Nanas Lokal, Karakterisasi Morfologi, Kepulauan Bangka Belitung

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk memperoleh informasi karakterisasi morfologi 3 aksesi nanas lokal yang ada di Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2020 sampai dengan Maret 2021 di 3 lokasi wilayah sebaran nanas lokal yang ada di kepulauan Bangka Belitung yaitu di Desa Bikang, Kec. Toboali, Kab. Bangka Selatan; di Desa Badau, Kec. Badau, Kab. Belitung dan di Desa Tuatunu, Kec. Gerunggang, Kota Pangkalpinang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengambilan sampel secara sengaja (purposive sampling) berdasarkan informasi dari Dinas Pertanian, PPL di masing-masing daerah serta wawancara dengan petani dan pengamatan secara langsung dilapangan. Karakter morfologi yang diamati meliputi karakter kualitatif maupun kuantitatif yaitu bagian tanaman, daun, mahkota buah serta buah tanaman nanas lokal. Data hasil pengamatan pada penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil pengamatan didapatkan hasil bahwa aksesi nanas lokal yang mempunyai karakter dengan tepi daun berduri ditunjukkan oleh semua aksesi yaitu nanas Bikang, nanas Badau, dan nanas Tuatunu. Nanas Tuatunu mempunyai karakter unggul berupa diameter hati buah yang kecil. Bobot buah nanas ditentukan oleh karakter diameter dan panjang buah. Aksesi yang mempunyai karakter unggul pada komponen buah, yaitu mempunyai mahkota tunggal ditampilkan oleh semua aksesi, Diharapkan kedepannya dapat menjadi acuan pengembangan nanas lokal secara luas di Bangka Belitung dalam upaya pelestarain sumberdaya genetik lokal yang merupakan komponen penting dalam kegiatan ex-situ di Bangka Belitung.

References

Abadi, F.R. dan Handayani, F., 2007, Budidaya Pasca Panen Nanas, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Samarinda,

Amda PPE., Diana SH., dan Emmy HK. 2020. Karakterisasi morfologis dan hubungan kekerabatan tanaman nanas (ananas comosus (L.) MERR.) di Kabupaten Kampar dan Siak Provinsi Riau. Jurnal Ilmiah Rhizobia 2 (2):134-145.

Annisava, A.R. dan B. Solfan. 2014. Agronomi Tanaman Hortikultura. Aswaja Pressindo. Yogyakarta. 156 hal.

Badan Pusat Statistik (BPS) Babel. 2022. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dalam Angka. Pangkalpinang

Berthaud, S., J. C. Clement, L. Emperaire, D. Louette, F. Pinton, J. Sanow and S. Second. 2001. The Role of Local-Level Geneflow in Enhancing and Maintaining Hodgken (eds.). Broadening the Genetic Base of Crops. IGRI, FAO, CABI Publishing, UK.

Budianingsih L., Syaiful H dan Susy E. 2017. Agribisnis Nanas di Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Jurnal Online Mahasiswa Faperta UR Vol 4 No.1.

Collins, J.L. 1968. The Pineapple, Botany, Cultivation and Utilization. Leonard Hill, London. 293p.

Cooper, H. D., C. Spilene and T. Hodgken. 2001. Broadening the Genetic Base of Crops : An overview. Pp. 1-23. IGRI, FAO, CABI Publishing, UK

Dalimartha, S. 2001. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 2. Nanas. Trubus Agriwidya. Jakarta. 140- 145 hal

Hadiati, S. dan N.L.P. Indriyani. 2008. Petunjuk Teknis Budidaya Nanas. Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika. Sumatera Barat. 24 hal.

Hadiati S., S. Purnomo, Y. Meldia, I. Sukmayadi, dan Kartono. 2003. Karakterisasi dan Evaluasi

Beberapa Aksesi Nanas. J. Hort. 13(3):157-168

Hanarida, I.S., M. Hasanah, S. Adisoemarto, M. Thohari, A. Nurhadi & I. N. Orbani. 2005. Seri Mengenal Plasma Nutfah Tanaman Pangan. Bogor : Komisi Nasional Plasma Nutfah.

Hernita, D dan Eva Salvia. 2018. Potensi dan Pengembangan Sumber Daya Genetik Nanas di Lahan Gambut Provinsi Jambi. Mengoptimalkan Pemanfaatan Sumber Daya Genetik Nusantara Tanaman dan Ternak, Merespon Kebijakan Ketahanan Pangan. IAARD Press, Jakarta.

IBGR. 1991. Descriptors for Pineapple. International Board for Plant Genetic Resources (IBPGR), Rome, Italy. 41 pp.

Kementerian Pertanian. 2000. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2000. Tentang Perlindungan Varietas Tanaman. Jakarta.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan). 2013. Produksi Hortikultura di Indonesia. http//www.deptan.go. Di akses 24 Desember 2019.

Kermasha, S., N.N. Barthakur, I.Alli, and N.K.Mohan. 1987. Change in chemichal com po si tion of the Kew cultivar of pine ap ple fruit dur ing de vel op ment. J. Sci. Food Agric. 39:317–324.

Lanoviadi., A. , Mustikarini E.D dan Widyastuti. 2011. Daya Adaptasi dan Produksi Tujuh Aksesi Nenas Lokal Bangka di lahan Tailing Pasir Pasca Penambangan Timah. Enviagro, Jurnal Pertanian dan Lingkungan 4 (I) : 1-48

Miswar, Z. F. Sukarmin, dan F. Ihsan 2012. Teknik Karakterisasi Kuantitatif Beberapa Aksesi Nenas. Buletin Teknik Pertanian 17 (1) : 10-13.

Mulyati, E. 2008. Simulasi Uji Buss (Baru, Unik, Seragam dan Stabil) Tiga Varietas Nanas (Ananas comosus (L.). Merr). Skripsi. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

Mustikarini ED. 2008. Analisis Keragaman Morfologi dan RAPD Tujuh Tanaman Nenas Lokal Bangka di Lahan Bekas Penamabangan Timah. Enviagro, Jumal Pertanian dan Lingkungan 2 (1)

Noor, M., M. saleh dan H. Subagyo. 2015. Potensi Keanekaragaman Tanaman Buah-buahan di Lahan Rawa dan Pemanfaatannya. Prosiding Seminar Nasional Biodiversity Indonesia. Vol 1 (6).

Oglu, J.u., B.A. Essien, J.B. Essien, M.U. Anaele. 2010. Conservation and Management of Genetic Resources of Hoticultural Crops in Nigeria : Issues and Biotechnological Strategies. Journal of Horticulture and Forestry Vol. 2 (9) : 214-222.

Prihatman, K. 2000. Nanas (Ananas comosus). TTG Budidaya Pertanian. Jakarta. 17 hal.

Py, C., Lacoeuilhe, J.J., and C. Teisson. 1987. The Pineapple, Cultivation and Uses. G.P. Maisonneuve & Larose, Paris, 568p.

Rakhmat. F dan H. Fitri. 2007. Budidaya dan Pasca Panen nanas. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. Kalimantan Timur. 21 hal.

Rugayah. 2006. Eksplorasi, koleksi, karakterisasi, evaluasi, konservasi, dan pemanfaatan sumber daya genetic. Prosiding workshop penguatan sistem pengelolaan sumber daya genetik hortikultura lingkup Puslitbang Hortikultura, Puslitbang Hortikultura, Jakarta, pp. 10–18

Sa’adah, R.I. 2012. Potensi Konservasi In Situ Plasma Nutfah Padi di Indonesia. Makalah Seminar Umum. UGM. Yogyakarta.

Soedarya, P. 2009. Budidaya Usaha Pengolahan Agribisnis Nanas. Bandung : Pustaka Grafika.

Soedibyo, M.T. 1992. Pengaruh umur petik buah nanas Subang terhadap mutu. J. Hort. 2(2):36–42.

Susilawati. 2018. Pengembangan dan Pengelolaan Nanas Parigi Spesifik Barito Selatan Kalimantan Tengah. Mengoptimalkan Pemanfaatan Sumber Daya Genetik Nusantara Tanaman dan Ternak, Merespon Kebijakan Ketahanan Pangan. IAARD Press, Jakarta.

Suyanti. 1990. Karakteristik fisik dan kimia buah nanas kultivar Palembang, Kediri, Subang dan Bogor. Penel. Hort. 4(1):108–112.

Swasti, E.A. Syarif, I. Suliansyah dan N. E. Putri. 2007. Eksplorasi, Identifikasi dan Pemanfaatan Koleksi Plasma Nutfah Padi Asal Sumatera Barat. Laporan Penelitian Program Intensif Riset Dasar Tahun 2007. Lembaga Penelitian. UNAND.

Downloads

Published

2022-11-28

How to Cite

Nuraini, N., Wahyuni, T., & Muzammil, M. (2022). Karakterisasi Beberapa Aksesi Tanaman Nanas Lokal dalam Upaya Pelestarian Sumber Daya Genetik di Bangka Belitung. Proceedings Series on Physical &Amp; Formal Sciences, 4, 121–129. https://doi.org/10.30595/pspfs.v4i.493