http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/issue/feed Proceedings Series on Physical & Formal Sciences 2022-12-15T01:06:34+00:00 Elindra Ambar Pambudi lpip@ump.ac.id Open Journal Systems <p>The <em><strong>Proceedings Series on Physical &amp; Formal Sciences</strong></em> aims to publish proceedings from conferences on the scope physical and formal sciences. <a href="https://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/scope">Read full Aims &amp; Scope</a></p> <p>Indexed: <a href="https://scholar.google.com/citations?hl=id&amp;user=-qcR1rIAAAAJ" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar</a>, <a href="https://search.crossref.org/?q=2808-7046&amp;from_ui=yes" target="_blank" rel="noopener">Crossref</a>, <a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/23764" target="_blank" rel="noopener">Garuda</a>, <a href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?search_mode=content&amp;and_facet_source_title=jour.1424351" target="_blank" rel="noopener">Dimensions</a><br />ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20211101390875449" target="_blank" rel="noopener">2808-7046</a></p> http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/476 Perbandingan Produksi Bawang Merah Varietas Bima Brebes pada Dua Jenis Tanah dengan Perbedaan Tingkat Kemasaman 2022-11-01T04:25:53+00:00 Fibrianty Fibrianty fibrianti@gmail.com Riefna Afriani fibrianti@gmail.com Evy Pujiastuti fibrianti@gmail.com Purwaningsih Purwaningsih fibrianti@gmail.com <p>Salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi adalah bawang merah. Produksi bawang merah nasional yang masih rendah disebabkan karena rentannya bawang merah terhadap cuaca, hama dan penyakit, bawang merah juga gampang rusak dan mengalami susut bobot tinggi. Penelitian ini bertujuan membandingkan produksi umbi bawang merah varietas Bima Brebes pada dua jenis lahan dengan perbedaan tingkat kemasaman tanah. Penelitian dilaksanakan di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian Banyakan, Bantul, Yogyakarta pada bulan Maret-Mei 2022. Dua jenis lahan dengan perbedaan tingkat kemasaman diamati pengaruhnya terhadap hasil umbi bawang merah, yaitu Lahan dengan pH netral (N), dan Lahan dengan pH tanah bersifat masam (M). Pengamatan meliputi berat umbi basah per tanaman, jumlah umbi per tanaman, produksi per m<sup>2</sup> dan produksi per hektar dengan menggunakan 24 tanaman sampel untuk setiap perlakuan dan diuji dengan menggunakan uji t. Rerata berat umbi basah pada lahan dengan pH netral sebesar 68,2 g/tanaman nyata lebih tinggi dibandingkan tanah dengan sifat masam yang hanya mencapai 47 g/tanaman. Demikian pula jumlah umbi bawang merah pada lahan dengan pH netral sebanyak 9,25 umbi nyata lebih tinggi dibandingkan tanah dengan sifat masam yang hanya mencapai 7,25 umbi. pH tanah mempengaruhi keseimbangan hara dan ketersediaannya untuk tanaman. Pada tanah yang bersifat masam beberapa hara menjadi berkurang kelarutannya dalam tanah dan tidak tersedia bagi tanaman. Sebaliknya pada pH tanah yang netral sebagian besar hara dalam keadaan tersedia bagi tanaman sehingga memungkinkan tanaman menyerap hara lebih optimal yang berpengaruh pada proses fotosintesis dan pembentukan umbi bawang merah</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/477 Adopsi Inovasi Teknik Tanam Jarwo Riting Plus-Plus pada Petani Padi Sawah (Oryza sativa L.) di Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara 2022-11-01T06:56:12+00:00 Fiki Rahmatika dumasari@gmail.com Dumasari Dumasari dumasari@gmail.com Sulistyani Budiningsih dumasari@gmail.com <p>This research was conducted in Susukan Sub-district, Banjarnegara Regency, from March to April 2022. It aims to figure out the process of the adopted innovation of Jarwo Riting Plus-Plus in the area. The method used is descriptive qualitative and quantitative. They applied purposive sampling method with census technique which resulted in one (1) key informant and 23 farmer respondents who adopted the technique. The research results concluded that Jarwo Riting Plus-Plus is a rice cultivation technique that uses Jajar Legowo system, then a surrounding ditch is made in each rice field, afterwards each rice field is planted with refugia plants, and the last phase is to release of fish in each rice field. Characteristics of 23 respondents include age, number of dependents, education level, length of farming, and land area. The motivating factors for the adoption of the planting technique are institutional support and easy access to information, while the inhibiting factors are farmers' refusal, security intrusion, high land slope, lack of water availability, prone to flooding and high use of fertilizers and pesticides. The adoption rate implemented by the rice farmers in Susukan sub-district is in the medium category.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/478 Potensi Fungisida Nabati Ekstrak Alang-Alang dan Babandotan dengan Pelarut Berbeda untuk Mengendalikan Penyakit Bulai Jagung 2022-11-01T06:59:26+00:00 Gayuh Prasetyo Budi gayuh@gmail.com <p>Produksi jagung nasional dirasa masih rendah dari potensinya. Salah satu penyebabnya adalah gangguan penyakit bulai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak gulma dengan jenis pelarut berbeda terhadap penyakit bulai (Perenosclerospora maydis), pertumbuhan dan hasil tanam jagung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Juli 2021, bertempat di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Muhammdiyah Purwokerto. Menggunakan rancangan acak lengkap satu faktor terdiri atas 8 taraf perlakuan : fungisida tembaga oksida, ekstrak gulma alang-alang dengan pelarut (etanol 96%, etil asetat, nheksana), ekstrak gulma bandotan dengan pelarut (etanol 96%, etil asetat, n-heksana) serta tanpa fungisida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1. Perlakuan pemberian ekstrak gulma dengan jenis pelarut berbeda berpengaruh nyata terhadap luas daun dan intensitas penyakit bulai serta tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah tongkol, berat tongkol berkelobot dan berat tongkol lepas klobot. 2.Perlakuan fungisida ekstrak gulma babadotan dengan berbagai jenis pelarut lebih efektif mengendalikan penyakit bulai (P. maydis) yaitu menghasilkan intensitas penyakit bulai 6,5-10% secara nyata lebih rendah dibandingkan dengan tanpa aplikasi fungisida sebesar 27,25% dan aplikasi fungisida anorganik tembaga oksida sebesar 18,75%.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/479 Kajian Penerimaan dan Pengeluaran Rumah Tangga Petani Karet Pasca Peremajaan di Kabupaten Batanghari 2022-11-01T07:00:56+00:00 Gina Fauzia gina@gmail.com Rozaina Ningsih gina@gmail.com Mirawati Yanita gina@gmail.com <p>Rumah tangga petani karet berkaitan erat dengan penerimaan dan pengeluaran, dimana penerimaan diperoleh dari berbagai sumber penghasilan sebagai seorang petani ataupun buruh. Dalam upaya pemenuhan kebutuhan rumah tangga, petani juga dihadapkan pada produktivitas hasil produksi yang cenderung menurun. Salah satu upaya meningkatkan produktivitas adalah dengan peremajaan terhadap tanaman karet yang mana menjadi usaha dimana dapat memberikan kontribusi untuk penerimaan rumah tangga petani karet. Peremajaan kebun karet milik petani diduga memberikan pengaruh pada penerimaan rumah tangga. Petani akan memutuskan melakukan peremajaan dengan asumsi bahwa kebutuhan rumah tangga mereka dapat terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan usahatani karet petani dan menganalisa penerimaan dan pengeluaran rumah tangga petani pasca peremajaan. Ruang lingkup penelitian dilakukan di 5 desa yaitu Napal Sisik, Sridadi, Pasar Terusan, Rambahan dan Rantau Puri pada kecamatan mauara bulian Kabupaten Batanghari dengan jumlah petani 47 sampel petani. Pemilihan daerah penelitian didasarkan atas pertimbangan bahwa 5 desa tersebut merupakan daerah yang paling banyak melakukan peremajaan dilihat dari luas lahan. Analisa data yang digunakan ialah analisa deskriptif dengan menggambarkan usahatani karet petani dan analisa kuantitatif dengan menghitung penerimaan dan pengeluaran rumah tangga petani karet pasca peremajaan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa luas lahan kebun karet rata-rata 3 ha dengan produksi 680,35 kg/ha/thn yang menggunakan bibit pada klon unggul. Penerimaan rumah tangga petani diperoleh dari kegiatan on farm dan off farm dimana total penerimaan yang diterima sebesar Rp. 74.637.446,81/thn. Sementara pengeluaran rumah tangga petani meliputi pengeluaran konsumsi rumah tangga yang dihitung dari pengeluaran sandang, pangan, perumahan, pendidikan dan kesehatan dengan total pengeluaran sebesar Rp.34.080.000,-/thn. Pengeluaran rumah tangga dari sisi usahatani adalah pengeluaran yang dikeluarkan petani dalam usahatani karet dan usahatani kelapa sawit. Selain itu peremajaan lahan karet merupakan salah satu bagian pengeluaran rumah tangga petani sebesar Rp. 26.499.109,12/thn sehingga pengeluaran keseluruhan dari rumah tangga petani sebesar Rp. 60.579.109,12/thn. Penerimaan rumah tangga petani yang memberikan selisih lebih besar (positif) dari pengeluaran rumah tangga, menunjukkan bahwa sebaiknya petani lebih memafaatkannya sebagai penambahan penerimaan rumah tangga dengan memanfaatkan sumber daya sumber daya sebagai tambahan penerimaan di masa mendatang. Petani juga harus melakukan peremajaan tanaman usahatani mereka yang seyogyanya adalah kewajiban petani sehingga perlu adanya perhitungan dana saving setiap tahun atau bulan untuk menjaga keberlanjutan perkebunan karet.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/480 Aspek Ketahanan Pangan di Provinsi Jawa Tengah: Perkembangan Luas panen Padi, Produktivitas Lahan, Subsidi Input, Harga Beras, Jumlah Penduduk, Produksi dan Konsumsi Beras 2022-11-01T07:06:58+00:00 Herning Prabayanti herning@gmail.com Joko Sutrisno herning@gmail.com Ernoiz Antriyandarti herning@gmail.com <p>Pangan merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Beras sebagai makanan pokok utama penduduk Indonesia merupakan bagian dari tradisi yang juga berperan sebagai simbol dan perekat sosial. Ketahanan pangan dapat dikatakan sebagai situasi ketika semua orang pada setiap saat memiliki akses fisik, sosial dan ekonomi terhadap pangan yang cukup, aman, dan bergizi agar kebutuhan preferensi pangan terpenuhi sehingga dapat hidup aktif dan sehat. Tujuan kedua dalam <em>Sustainable Development Goals </em>(SDGs) berupa <em>zero hunger </em>pada tahun 2030. Indonesia mendukung tercapainya tujuan SDGs tersebut dengan membuat prioritas atas tujuan dan target pada SDGs. Oleh karena itu, Indonesia juga harus mewujudkan ketahanan pangan terutama pada subsistem produksi beras sebagai makanan pokok utama. Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi produsen beras tertinggi harus menjaga konstribusi dalam menjaga ketahanan pangan nasional demi terwujudnya tujuan SDGs. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan luas panen padi, produktivitas lahan, subsidi input, harga beras, jumlah penduduk, produksi dan konsumsi beras di Provinsi Jawa Tengah. Metode dasar dalam penelitian ini adalah deskriptif. Teknik Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Adapun data yang digunakan merupakan data sekunder berupa data panel dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan luas panen padi yang dihitung dengan metode Kerangka Sampel Area (KSA), produktivitas lahan, subsidi input yang berupa pupuk dan benih, harga beras berfluktuasi. Jumlah penduduk mengalami peningkatan dari tahun 2019 s.d. 2021. Konsumsi lebih kecil dari produksi beras sehingga Jawa Tengah masih mengalami surplus. Namun, Jawa Tengah tetap harus menjaga produksi beras agar dapat meningkatkan kontribusi untuk ketahanan pangan Indonesia.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/481 Identifikasi Hama Lalat Buah (Bactrocera sp.) pada Tanaman Jambu Biji (Psidium guajava) dengan Menggunakan Perangkap Antraktan Metil Eugenol 2022-11-01T07:09:36+00:00 Hittah Murniati hittah@gmail.com Tunjung Pamekas hittah@gmail.com Mutiara Mutiara hittah@gmail.com <p>Jambu biji (<em>Psidiun guajava</em>) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia karena rasa, aroma, serta berbagai manfaatnya bagi kesehatan. Salah satu spesies hama utama yang banyak menyerang buah dan sayuran di Indonesia adalah <em>Bactrocera</em> spp. Methyl eugenol dilaporkan dapat mengendalikan lalat buah pada tanaman jambu biji. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi spesies lalat buah yang terdapat pada tanaman jambu biji. Penelitian dilaksanakan pada bulan&nbsp; Juni-Juli 2022.&nbsp; Sampel lalat buah diambil dengan perangkap metil eugenol yang dipasang di tanaman jambu biji dan identifikasi lalat buah dilakukan di Laboratorium Karantina Tumbuhan. Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 (tiga) spesies lalat buah yang menyerang buah jambu biji, yaitu <em>Bactrocera umbrosa, B. papayae, dan B. carambolae</em>.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/482 Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh Asam Giberelat (Ga3) dan Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) di Desa Datar Kecamatan Sumbang pada Musim Hujan 2022-11-01T07:12:32+00:00 Ignatius Drajat Krisna Jati ignatius@gmail.com Rostaman Rostaman ignatius@gmail.com Eny Rokhminarsi ignatius@gmail.com <p>The purpose of this research was to determine the effect and the best concentration of GA<sub>3</sub> growth regulator on the growth and yield of shallots. The research was carried out in the rice fields of Datar Village, Sumbang District, Banyumas Regency, from February to April 2022. This study was a non-factorial field experiment using a randomized block design with 5 treatments and 5 replications. The treatment was the concentration of GA<sub>3</sub> with 5 levells, namely 0 ppm, 250 ppm, 500 ppm, 750 ppm and 1000 ppm. The conclusion of this study is the application of GA<sub>3</sub>growth regulator affected increasing the number of tillers&nbsp;leaf area, bulb number/clump, fresh bulb weight/clump, dry bulb with dry leaves weight/clump, absolute dry bulb weight/clump, yield/plots and yield/hectare. Application of 500 ppm GA<sub>3</sub>growth regulator showed the best growth and yield of shallot. It was indicated by the number of tillers, leaf area and yield/hectare of 11.54 plants, 1162.18 cm<sup>2</sup> and 16.54 ton, respectively</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/483 Analisis Efisiensi Saluran Pemasaran Bunga Krisan (Chrysanthemum sp.) Studi Kasus di Yutaka Farm Desa Pasucen Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati 2022-11-01T07:14:51+00:00 Imam Nur Rois dewi@gmail.com Dewi Hastuti dewi@gmail.com Renan Subantoro dewi@gmail.com Endah Subekti dewi@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola saluran pemasaran, margin pemasaran dan tingkat efisiensi pemasaran di Yutaka Farm Desa Pasucen Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan data primer yang didapatkan dari observasi dan wawancara responden. Penentuan metode pengambilan sampel pedagang menggunakan <em>Snowball sampling </em>dan metode pengambilan sampel konsumen akhir menggunakan <em>Insidental sampling</em>. Hasil penelitian menunjukan bahwa saluran pemasaran bunga krisan mempunyai 3 pola saluran pemasaran yaitu saluran pemasaran I : Produsen – Konsumen, saluran pemasaran II : Produsen – Agen – Konsumen, dan saluran pemasaran III : Produsen – <em>Dropshipper</em> – Konsumen. Jumlah penjualan bunga krisan pada saluran pemasaran I sebanyak 42, saluran pemasaran II sebanyak 15, saluran pemasaran III sebanyak 36. Margin pemasaran pada pola saluran pemasaran I yaitu sebesar Rp 0,00 dan pola saluran pemasaran II yaitu sebesar Rp 7.500,00 serta pola saluran pemasaran III yaitu sebesar Rp 5.000,00. Tingkat efisiensi pemasaran pada pola saluran pemasaran I yaitu 0,4%, pada pola saluran pemasaran II yaitu 3,34% dan pada pola saluran pemasaran III yaitu 4,55%. Kesimpulan saluran pemasaran bunga krisan di Yutaka Farm Desa Pasucen Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati sudah efisien.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/484 Pendekatan Preferensi sebagai Umpan Balik pada Calon Varietas Unggul Baru yang Berdaya Saing 2022-11-01T07:20:37+00:00 Imam Sutrisno imamsurtisno71.is@gmail.com Titik Sundari imamsurtisno71.is@gmail.com Febria Cahya Indriani imamsurtisno71.is@gmail.com Nila Prasetiaswati imamsurtisno71.is@gmail.com Joko Restuono imamsurtisno71.is@gmail.com <p>Purple sweet potato farming in Banyuwangi as a mainstay commodity to support farmers' income. The local variety TW became the preferred local variety, but farmers began to complain about the decline in productivity. These problems need an effort to improve the use of local varieties in the use of superior varieties in restoring the productivity level of purple sweet potato to its original state. Thus, it is necessary to dame plots of prospective superior varieties to obtain farmer's assessment and preferences before purple sweet potato clones are released into varieties that have legality as VUB. The results showed that farmers and traders liked the skin and tuber shape of MSU 1001-15 and MSU 1002-07 clones. The reasons farmers chose the two clones were because: 1) they had a bright color and rather thick skin, 2) the shape of the large tubers was not too round and elongated, and the yield was high. The value of purple sweet potato farming in Banyuwangi is economically feasible in terms of marketing and income value which has a significant advantage<em>.</em></p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/485 Pengenalan Digital Marketing untuk Petani Milenial dalam Memasarkan Produk Hasil Pertanian di Desa Patok Kalianda 2022-11-01T07:24:01+00:00 Jaka Setiawan jaka@gmail.com <p>Pada era digital saat ini perkembangan teknologi informasi yang ditandai dengan maraknya Smartphone sebagai media komunikasi digital yang beredar serta perkembangannya sangat pesat berpengaruh bagi masyarakat dalam mendukung kegiatan bisnis baik besar maupun kecil di seluruh sektor salah satunya sektor pertanian. Ada keperhatian besar terkait dengan kondisi para petani saat ini. Produk pertanian berlimpah diiringi harga bahan pokok yang tinggi namun harga jual hasil pertanian yang rendah dikarenakan petani sebagai produsen untuk menjual hasil pertanian melalui panjangnya rantai distribusi dan ketergantungan petani pada tengkulak. Melihat kondisi tersebut maka diperlukan upaya untuk meningkatkan harga tawar petani dengan cara menghubungkan petani langsung kepada konsumen. Salah satu cara yakni dengan memanfaatkan teknologi digital marketing atau pemasaran online kepada para petani. Dengan adanya kegiatan ini petani diharapkan lebih memahami pentingnya penggunaan digital marketing seperti social media, website, dan lain sebagainya untuk mendukung pemasaran produk pertanian. Metode pengabdian ini dilakukan dengan penyuluhan, praktik penggunaan social media dan diskusi.&nbsp; Kegiatan pengabdian masyarakat ini diberikan kepada pengurus anggota ikatan tani kota kalianda yang beranggotakan petani muda yang aktif dalam mengelola pertanian dan memahami penggunaan smartphone. Diharapkan dengan kegiatan ini para petani di desa patok kalianda bisa meningkatkan keterampilan dalam memasarkan produk pertanian secara luas dan menjadi seorang petani yang milenial.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/486 Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Biodiesel Indonesia 2022-11-01T07:26:24+00:00 Mirawati Yanita mirawati@gmail.com Zulkifli Alamsyah mirawati@gmail.com Gina Fauzia mirawati@gmail.com <p>Biodiesel merupakan bahan bakar nabati pengganti solar yang dinilai lebih ramah lingkungan dan industrinya sedang didorong oleh pemerintah Indonesia dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor solar, sekaligus dalam penyerapan minyak sawit Indonesia yang kini posisinya mulai terancam akibat munculnya kampanye hitam di beberapa negara pengimpor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan biodiesel Indonesia dengan menggunakan metode analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel penelitian seperti harga biodiesel sawit, harga solar non-subsidi, jumlah produksi mobil bermesin diesel dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpengaruh secara signifikan terhadap permintaan biodiesel Indonesia, di mana menurunnya harga biodiesel, tingginya harga solar, meningkatnya produksi mobil dan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat akan berpengaruh terhadap besarnya permintaan biodiesel di Indonesia. Besarnya peningkatan permintaan biodiesel ini dapat dicapai lebih maksimal lagi dengan lebih memperhatikan harga minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel, agar tidak terjadi lonjakan harga indeks pasar biodiesel di masa depan.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/487 Estimasi Daya Dukung Perairan Pesisir Kabupaten Pamekasan dalam Menerima Limbah Budidaya Udang Vannamei 2022-11-01T07:31:05+00:00 Moh Ismail ismail@gmail.com Indah Wahyuni Abida ismail@gmail.com Endang Tri Wahyurini ismail@gmail.com <p>Vannamei shrimp cultivation business is an aquaculture business that has increased every year, both from the amount of production and the cultivation technology used. Vannamei shrimp cultivation in Madura is one type of work that develops by utilizing unproductive land and salt ponds being converted into vannamei shrimp ponds. Pamekasan Regency is one of the regencies that carry out the development of vannamei shrimp farming business with an intensive system. The development of vannamei shrimp cultivation is not in line with the conditions of the aquatic environment, this is because aquaculture activities produce waste in which aquaculture waste is directly discharged into the waters. The research was carried out on February 1, 2022 to April 1, 2022 in Candi Village, Galis District, Pamekasan Regency. Based on the results of the study, it was found that the load of organic waste in the form of TSS that was discharged into the waters during one maintenance cycle was 137.25 kg and 143.38 kg/0.3 ha when pouring the entire volume of pond water (3000 m3) into the waters. Based on the carrying capacity of coastal waters, the maximum amount of waste in the form of TSS that can be accommodated by the coastal waters of Pamekasan Regency is 441.39 tons/day. The amount of waste generated from intensive system vannmei shrimp farming activities in Pamekasan Regency is 55,983.26 tons for one year and 153.38 tons/day. The results showed that the waste produced was still below the maximum waste that could be accommodated by the waters of Pamekasaan Regency.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/488 Potensi Pengembangan Padi Adan di Kabupaten Nunukan 2022-11-02T00:11:06+00:00 Fitri Fauziah rizal@gmail.com Muhamad Rizal rizal@gmail.com <p>Padi adan merupakan komoditas lokal yang dikembangkan di Kabupaten Nunukan yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing tinggi serta prospek pemasaran yang luas. Penelitian ini di laksanakan di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, pada tahun 2020. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi mengenai potensi padi adan sebagai varietas unggul lokal. Jenis data terdiri dari data primer yang diperoleh dari petani kooperator dan data sekunder yang diperoleh dari Dinas/Instansi terkait, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas padi adan melalui penerapan PTT meningkat sekitar 20,9%, dengan nilai R/C sebesar 5,81 dengan perlakuan dan 5.07 melalui kontrol. Pengembangan usahatani padi adan memberikan potensi yang besar untuk meningkatkan nilai tambah dan mendukung swasembada pangan di Kabupaten Nunukan.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/489 Kontribusi Pendapatan pada Tenaga Kerja Wanita Pemetik Teh (Camellia Sinensis) terhadap Pendapatan Keluarga di UP Bedakah PT Perkebunan Tambi Wonosobo 2022-11-02T00:13:48+00:00 Mutia Ainul Shintani Abianto mutia@gmail.com <p>Penelitian ini dilaksanakan di UP Bedakah PT Perkebunan Tambi, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, pada bulan Maret sampai April 2022. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi kontribusi pendapatan pada tenaga kerja wanita pemetik teh terhadap pendapatan istri di UP Bedakah PT Perkebunan Tambi Wonosobo. 2) Mengetahui berapa besar kontribusi pendapatan pada tenaga kerja wanita pemetik teh terhadap pendapatan keluarga di UP Bedakah PT Perkebunan Tambi Wonosobo. 3) Mengetahui bagaimana tenaga kerja wanita pemetik teh pada UP Bedakah PT Perkebunan Tambi Wonosobo mengalokasikan waktu untuk mencari nafkah dan berperan sebagai ibu rumah tangga. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.&nbsp; Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Pengambilan sampel menggunakan metode <em>non probability sampling </em>dengan Teknik <em>Accidental sampling </em>menggunakan pendekatan rumus slovin, pertimbangan kriteria responden yaitu ibu rumah tangga yang bekerja menjadi buruh pemetik teh di UP Bedakah PT Perkebunan Tambi Wonosobo. Jumlah responden yang dijadikan sebagai sampel penelitian berjumlah 60 responden. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa variabel pendapatan istri, pendapatan suami, pendapatan anak, dan jumlah tanggungan keluarga secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kontribusi pendapatan pemetik teh di UP Bedakah PT Perkebunan Tambi wonosobo. Kontribusi pendapatan tenaga kerja wanita pemetik teh terhadap pendapatan keluarga yaitu sebesar 40,98%. Aktivitas kehidupan ibu rumah tangga yang bekerja menjadi pemetik the di UP Bedakah PT Perkebunan Tambi Wonosobo menunjukan alokasi waktu yang dicurahkan untuk bekerja menjadi pemetik teh rata – rata waktu yang digunakan yaitu selama 7 jam dalam sehari atau sebesar 29,2%.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/490 Analisis Usaha Ternak Sapi Peranakan Ongole (Bos Indicus) dengan Sistem Gaduhan (Studi Kasus di Desa Sitiadi Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen) 2022-11-02T00:16:56+00:00 Nasirudin Amir nasirudin@gmail.com Dewi Hastuti dewihastuti@gmail.com Aniya Widiyani nasirudin@gmail.com Endah Subekti nasirudin@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan, pendapatan, dan kelayakan usaha ternak sapi Peranakan Ongole dengan sistem gaduhan di Desa Sitiadi Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen. Metode dasar menggunakan metode deskriptif, Metode pelaksanaan menggunakan metode studi kasus (case study), dan metode penentuan responden menggunakan metode sensus. Jumlah responden 14 orang yang semuanya merupakan anggota KTT Tunas Mandiri. Metode analisis data menggunakan analisis total biaya, penerimaan, pendapatan, dan R/C Ratio. Terdapat 3 perbedaan antara peternak, yaitu peternak yang memelihara 1-2 ekor sapi, 4 ekor sapi, dan 6 ekor sapi. Peternak yang memelihara 1-2 ekor sapi mengeluarkan rata-rata total biaya Rp.4.465.182, rata-rata penerimaan sebesar Rp.9.736.364, rata-rata pendapatan sebesar Rp.5.27.182 dan nilai R/C yang diperoleh 2,18. Peternak yang memelihara 4 ekor sapi mengeluarkan rata-rata total biaya Rp.13.048.870, rata-rata penerimaan sebesar Rp.19.775.000, rata-rata pendapatan sebesar Rp.6.726.130, dan nilai R/C yang diperoleh 1,5. Peternak yang memelihara 6 ekor sapi mengeluarkan total biaya Rp. 29.768.125, penerimaan sebesar Rp.37.100.000, pendapatan sebesar Rp.7.331.875, dan nilai R/C yang diperoleh 1,2. Analisis data yang dihitung selama satu periode adalah 13 bulan. Dapat disimpulkan bahwa usaha ternak sapi Peranakan Ongole dengan sistem gaduhan di KTT Tunas Mandiri mempunyai pendapatan yang positif dan layak untuk diusahakan.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/491 Invigorasi Benih Terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Kacang Tanah (Arachys Hypogaea) 2022-11-02T00:18:50+00:00 Nia Romania Patriyawaty nia@gmail.com Herdina Pratiwi nia@gmail.com <p>Seed treatment or so called as seed invigoration is one of effort to increase seed germination (viability) and avoid the attack of disease. This study aimed to examine the effect of peanut seeds tretament using water and Ca(OH)2 solution on growth, viability, and vigor of peanut seeds, which were arranged in a Randomized Block Design consisting of five levels and three replications, namely, P0 (control), P1 (immersion in water temperature of 20-25<sup>o</sup>C), P2 (immersion with water temperature of 50<sup>o</sup>C), P3 (immersion with water temperature of 20-25<sup>o</sup>C + Ca(OH)<sub>2</sub>), and P4 (soaking with water 50<sup>o</sup>C + Ca(OH)<sub>2</sub>). The results showed that the seed soaking treatment significantly affected plant height, root length, germination and vigor index of peanut seeds. Soaking the seeds in water at a temperature of 20-25<sup>o</sup>C (P1) can give the highest of plant height, percentage of germination and vigor index of 84% and 75% higher, respectively, than without seed soaking treatment. However, the treatment of seed soaking by adding a solution of Ca(OH)<sub>2</sub> was able to produce the highest primary root length.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/492 Perbaikan Teknologi Budidaya untuk Meningkatkan Produktivitas dan Nilai Ekonomi Usahatani Ubi Jalar 2022-11-02T06:52:46+00:00 Nila Prasetiaswati nila@gmail.com Yusmani Prayogo prayogo@gmail.com Siti Mutmaidah matmaidah@gmail.com <p>Produktivitas ubi jalar di tingkat petani masih rendah dan jauh di bawah potensi hasil karena rendahnya penggunaan bahan tanam yang unggul, sifat musiman produksi dan adanya serangga hama dan penyakit. Penelitian dilakukan di Desa/Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur pada MK 1 tahun 2021. Ada 3 teknologi yang digunakan:1) Teknologi inovasi menggunakan mulsa plastik, mulsa jerami dan VUB yaitu varietas Beta 1, Beta 2, Antin 2 dan Antin 3. 2)Teknologi rekomendasi menggunakan mulsa plastik dan jerami dan varietas lokal madu,. 3) teknologi petani, tanpa menggunakan mulsa dan varietas yang digunakan variatas lokal madu. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa mayoritas pendidikan petani kooperator adalah SD sebanyak 46%, sebanyak 47% petani mempunyai pengalaman berusahatani ubi jalar selama 11-20 tahun dan 57% berada di usia produktif. Dari hasil diketahui bahwa penggunaan mulsa plastik dan varietas unggul (teknologi inovasi) meningkatkan produksi ubi jalar rata-rata sebesar 61%, sedangkan teknologi rekomendasi meningkatkan 49%. Hasil tertinggi diperoleh pada teknologi inovasi dengan varietas Beta 2 yaitu 45 t/ha. Pada analisa usahatani diketahui meski total biaya pada teknologi inovasi dan rekomendasi lebih tinggi dan harga ubi jalar varietas unggul lebih rendah Rp. 500 daripada varietas lokal tetapi keuntungan yang diperoleh tetap lebih tinggi. Dengan teknologi inovasi dan rekomendasi keuntungan yang diperoleh lebih tinggi masing-masing sebesar 56 %dan 53 % dari penggunaan teknologi eksisting petani. Nilai MBCR tertinggi pada penerapan teknologi inovasi dengan menggunakan mulsa jerami dan varietas unggul sebesar 6,92.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/493 Karakterisasi Beberapa Aksesi Tanaman Nanas Lokal dalam Upaya Pelestarian Sumber Daya Genetik di Bangka Belitung 2022-11-02T07:00:00+00:00 Nuraini Nuraini nuraini@gmail.com Tri Wahyuni triwahyuni@gmail.com Muzammil Muzammil muzammil@gmail.com <p>Tujuan dari penelitian adalah untuk memperoleh informasi karakterisasi morfologi 3 aksesi nanas lokal yang ada di Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2020 sampai dengan Maret 2021 di 3 lokasi wilayah sebaran nanas lokal yang ada di kepulauan Bangka Belitung yaitu di Desa Bikang, Kec. Toboali, Kab. Bangka Selatan; di Desa Badau, Kec. Badau, Kab. Belitung dan di Desa Tuatunu, Kec. Gerunggang, Kota Pangkalpinang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengambilan sampel secara sengaja (purposive sampling) berdasarkan informasi dari Dinas Pertanian, PPL di masing-masing daerah serta wawancara dengan petani dan pengamatan secara langsung dilapangan. Karakter morfologi yang diamati meliputi karakter kualitatif maupun kuantitatif yaitu bagian tanaman, daun, mahkota buah serta buah tanaman nanas lokal. Data hasil pengamatan pada penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil pengamatan didapatkan hasil bahwa aksesi nanas lokal yang mempunyai karakter dengan tepi daun berduri ditunjukkan oleh semua aksesi yaitu nanas Bikang, nanas Badau, dan nanas Tuatunu. Nanas Tuatunu mempunyai karakter unggul berupa diameter hati buah yang kecil. Bobot buah nanas ditentukan oleh karakter diameter dan panjang buah. Aksesi yang mempunyai karakter unggul pada komponen buah, yaitu mempunyai mahkota tunggal ditampilkan oleh semua aksesi, Diharapkan kedepannya dapat menjadi acuan pengembangan nanas lokal secara luas di Bangka Belitung dalam upaya pelestarain sumberdaya genetik lokal yang merupakan komponen penting dalam kegiatan ex-situ di Bangka Belitung.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/494 Penerapan Pascapanen yang Baik untuk Menekan Kehilangan Hasil dan Mempertahankan Mutu Kedelai di Kabupaten Bantul DIY 2022-11-02T07:03:36+00:00 Nurdeana Cahyaningrum nurdeana@gmail.com Irawati Irawati irawati@gmail.com <p>Kedelai (Glycine max) merupakan salah satu tanaman kacang-kacangan sebagai sumber protein nabati yang dapat diolah menjadi berbagai bentuk produk olahan. Penerapan teknologi penanganan pascapanen kedelai merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi komoditas kedelai. Kehilangan hasil terjadi pada setiap kegiatan penanganan pascapanen. Kehilangan hasil dapat secara kuantitatif (susut bobot) maupun kualitatif (susut mutu). Tujuan dilakukan pengkajian penerapan teknologi pascapanen yang baik adalah untuk menekan kehilangan hasil dan mempertahankan mutu kedelai. Pengkajian dilakukan di 5 (lima) kecamatan di Kabupaten Bantul dengan luas lahan tanam kedelai 8 hektar. Varietas kedelai yang digunakan adalah Anjasmoro yang telah bersertifikat. Teknologi pascapanen yang digunakan yaitu cara eksisting petani dan teknologi introduksi BPTP Yogyakarta. Hasil dari penerapan pascapanen kedelai baik di kabupaten Bantul yaitu kadar air kedelai sudah mencapai 10-13 %, sedangkan biasanya petani memanen ketika kadar air masih diatas 14%. Untuk kehilangan hasil saat panen mengalami penurunan 0,61%-1,18% setelah menerapkan cara panen yang diintroduksikan. Kapasitas kerja pemanen satu orang pekerja dengan cara rekomdasi mencapai 123,6-156,47 m2/jam, sedangkan cara petani mencapai 116,7-132,74 m2/jam. Untuk hasil panenan biji kedelai kering untuk lokasi demplot rata-rata mencapai 1,41 ton/ha, sedangkan cara petani hanya mencapai 1,02 ton/ha. Untuk mutu kedelai yang dihasilkan di lokasi demplot persentase butir utuh mencapai 80,15-91,53% sedang cara petani hanya 42,4%-67,54%. Untuk butir hijau panenan lokasi demplot mencapai 0,25-1,63% sedangkan cara petani mencapai 3,27-13,59%.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/495 Analisis Kontribusi Sektor Pertanian dalam Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Jawa Barat 2022-11-02T07:06:37+00:00 Nurul Arifah Fauzi nurularifahfauzi24@gmail.com Darsono Darsono nurularifahfauzi24@gmail.com Joko Sutrisno nurularifahfauzi24@gmail.com <p>Pertumbuhan ekonomi sangat berpengaruh terhadap pembangunan suatu daerah. Peran sektor pertanian menjadi unggulan dalam menyusun strategi pembangunan sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sub sektor pertanian yang termasuk dalam sektor unggulan (basis) dan mengetahui pergeseran sub sektor pertanian di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa nilai Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Jawa Barat dan Produk Domestik Bruto Indonesia atas harga konstan 2010 menurut lapangan usaha dari tahun 2016 hingga 2020. Data diolah menggunakan alat analisis location quentient (LQ) dan analisis shift share (SSA). Hasil penelitian dari analisis location quotient (LQ) menunjukkan bahwa terdapat 2 sektor basis di Provinsi Jawa Barat yaitu subsector tanaman pangan dengan nilai LQ sebesar 1,11 dan subsektor tanaman hortikultura dengan nilai LQ sebesar 1,02. Hasil analisis shift share (SSA) menunjukkan bahwa subsektor tanaman hortikultura, subsektor perkebunan, subsektor perkebunan, subsektor perternakan dan subsektor perikanan memiliki pertumbuhan proporsional dengan kategori cepat.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/496 Inovasi Pertanian Ramah Lingkungan Terhadap Produktivitas Padi Sawah 2022-11-16T03:22:04+00:00 Agus Supriyo agssupriyo@yahoo.com <p>Peningkatan produktivitas tanaman pangan khususnya padi yang diikuti aspek kelestarian lingkungan merupakan prinsip penerapan pertanian ramah lingkungan. Pertanian organik merupakan salah satu sistem usahatani yang ramah lingkungan, produk pangan organik mempunyai pangsa pasar yang khusus. Berbagai sistem penerapan pertanian ramah lingkungan berpedoman pada sistem budidaya pertanian yang benar melalui sinergi antar komponen teknologi antara lain pengelolaan tanaman terpadu (PTT), Jajar legowo super dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) secara terpadu. Penerapan PTT Ramah lingkungan yang terdiri atas komponen teknologi terpilih dapat meningkatkan produktivitas tanaman pangan (padi) dan menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK). Beberapa komponen teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman padi dan menurunkan emisi GRK meliputi penggunaan inokulan sebagai perlakuan benih, cara tanam jajar legowo, irigasi berselang (intermittent irigation), penggunaan bahan organik (C/N rendah), dengan bantuan bio-dekomposer dan pemupukan berimbang, pengendalian hama terpadu dengan memanfaatkan pestisida nabati dan aplikasi pestisida setelah mencapai ambang kendali. Penerapan PTT<sub>Petro</sub> padi sawah ramah lingkungan dapat memberikan hasil tertinggi (5.390 t gkg/ha) atau meningkatkan&nbsp; hasil padi sebesar 30 persen diatas kontrol (hasil 3.620 t gkg/ha) dan menurunkan emisi gas methan (CH<sub>4</sub>) sebesar 13,6% dibawah kontrol (emisi gas methan sebesar: 76,05 kg CH<sub>4</sub>/ha/musim) menjadi 65.69 kg CH<sub>4</sub>/ha/musim.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/497 Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan dan Kelayakan Finansial Usahatani Porang pada Kelompok Tani Sarwo Asih di Desa Kepel Kecamatan Kare Kabupaten Madiun 2022-11-16T03:33:18+00:00 Aisyah Farhana aisyahfarhan@gmail.com Pujiati Utami pujiatiutami@gmail.com Pujiharto Pujiharto pujiharto@ump.ac.id <p>Porang merupakan tanaman lokal asli Indonesia yang berpotensi dikembangkan sebagai komoditas ekspor. Porang memiliki berbagai manfaat baik sebagai bahan pangan alternatif maupun bahan baku industri. Kandungan glukomanan pada porang, yaitu polisakarida larut air yang bersifat funsional terhadap kesehatan, mendorong terbukanya pasar ekspor porang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat global terhadap pangan fungsional. Saat ini porang menjadi salah satu komoditas usahatani yang trendy dan dilirik oleh petani dan masyarakat luas untuk dibudidayakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan petani melalui usahatani porang dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta mengevaluasi kelayakan finansial usahatani porang. Objek penelitian adalah petani porang yang tergabung dalam komunitas porang kelompok tani Sarwo Asih di Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun dengan populasi 105 petani. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria dan didapatkan 37 sampel petani. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif berdasarkan data empiris yang dianalisis menggunakan teknik statistik. Hasil penelitian menunjukkan pendapatan petani porang di Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun adalah Rp.17.524.311 per usahatani porang. Produksi umbi porang dan modal berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap pendapatan. Sedangkan penyusutan alat berpengaruh secara negatif dan sifnifikan terhadap pendapatan. Nilai R/C Ratio usahatani porang adalah 3,11 per usahatani dan nilai break even point adalah: BEP penerimaan Rp.312.790, BEP produksi 31,28 kg, dan BEP harga Rp.4.661/kg, sehingga usahatani porang dapat dikatakan layak dan memberikan keuntungan.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/498 Fertilitas, Daya Tetas Telur dan Sintasan Larva Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus) pada Media Pembuahan Larutan NaCl Fisiologis dan Madu dengan Dosis Berbeda 2022-11-16T03:38:23+00:00 Andini Mulia Savitri andinimulia@gmail.com Marhaendro Santoso mahendro@gmail.com Rudy Wijaya rudy.wijaya@unsoed.ac.id Taufik Budhi Pramono taufikbudhi@gmail.com <p>Salah satu masalah yang timbul pada usaha pembenihan Ikan tawes (<em>Barbonimus</em> <em>gonionotus</em>) adalah rendahnya fertilisasi sperma yang disebabkan oleh rendahnya motilitas dan viabilitas sperma. Upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menggunakan larutan NaCl Fisiologis dan madu yang dapat mendukung motilitas dan viabilitas spermatozoa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan madu pada media pembuahan telur ikan tawes terhadap fertilitas, daya tetas telur dan sintasan larva ikan tawes. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen laboratorium dengan Rancangan &nbsp;Acak &nbsp;Lengkap&nbsp;&nbsp; (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu media pembuahan 100 ml Air (P0); 100 mL NaCl (P1); penambahan 0,2 ml madu + 99,8 mL NaCl fisiologis (P2); penambahan 0,4 mL madu + 99,6 mL NaCl fisiologis (P3); dan penambahan 0,6 mL madu + 99,4 mL NaCl fisiologis (P4). Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan 0,6 mL + 99,4 mL NaCl fisiologis (P4) menunjukan hasil yang tertinggi, dengan nilai fertilitas 56.51±0.57%, daya tetas 54.58±1.07% dan sintasan 71.34±0.68%. Kualitas air dengan kisaran nilai suhu 27.8-28.3°C, pH 7, dan oksigen terlarut 5.8-6.5 mg/L.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/499 Pengaruh Aplikasi Dosis Pupuk Kompos yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bayam Merah 2022-11-16T03:42:40+00:00 Annisa Nur Baitti nurbaitti88@gmail.com Arif Prashadi Santosa arifprashadi@gmail.com Riyanto Riyanto riyanto@gmail.com <p>Budidaya bayam merah (<em>Amaranthus</em> <em>tricolor</em> L.) biasanya dilakukan menggunakan pupuk kimia untuk asupan unsur haranya. Pupuk kimia memiliki dampak negatif bagi lingkungan. Untuk meminimalisir penggunaan bahan kimia pada lahan budidaya maka dilakukan pemupukan menggunakan pupuk organik salah satunya pupuk kompos. Pupuk kompos merupakan pencampuran dari kotoran hewan, sisa tanaman, dan bioaktivator yang mengalami proses dekomposisi menjadi bentuk pupuk organik yang siap di aplikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari aplikasi dosis pupuk kompos yang berbeda terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman Bayam Merah (<em>Amaranthus</em> <em>tricolor</em> L.). Penelitian ini menggunakan RAL dengan 3 taraf perlakuan yang masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Dosis pupuk yang diaplikasikan dalam penelitian ini yaitu D0 (0 ton/ha), D1 (20 ton/ha), dan D2 (40 ton/ha). Lahan yang digunakan untuk penelitian masing-masing perlakuan seluas 1 m<sup>2</sup>. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis sidik ragam atau ANOVA (<em>Analys of variant</em>) pada taraf nyata 5% dan dilanjutkan Uji BNT pada taraf 5%. Variabel yang diamati pada 21 HST yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, dan luas daun. Penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kompos pada D2 memberikan respon positif terhadap tinggi tanaman yang diamati dengan nilai rata-rata 11,7 cm, jumlah daun 11,6 helai, dan luas daun 20,9 cm2 . Pemberian dosis pupuk kompos yang semakin banyak berbanding lurus dengan peningkatan pertumbuhan dan perkembangan tanaman.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/501 Tingkat Kewirausahaan Pengrajin Gula Serbuk Organik di Desa Bumisari Kabupaten Purbalingga 2022-11-16T03:51:06+00:00 Sulistyani Budiningsih sulistyanibudiningsih@yahoo.com Watemin Watemin watemi@ump.ac.id Tri Septin Muji Rahayu triseptinmuji@gmail.com <p>Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi tingkat kewirausahaan pengrajin gula sebuk organik di Desa Bumisari Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian yang digunakan pada tahap pertama berupa survey (Participation Action Research) dan FGD (<em>Focus</em> <em>Group</em> <em>Discu</em><em>s</em><em>sion</em>). Penetapan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (Purposive Sampling) di Desa Bumisari Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga. Penetapan responden secara sengaja (Purposive Sampling) sebanyak 30 pengrajin gula serbuk organik. Teknik pengolahan data penelitian dengan pendekatan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kewirausahaan pengrajin gula serbuk organik di Desa Bumisari Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga termasuk kategori tinggi dengan skor total &gt; 56,0 – 72,0 pada 22 responden pengrajin (73,33%), yang artinya secara keseluruhan memenuhi 8 indikator tingkat kewirausahaan mencakup tujuan berprestasi, independensi (<em>independence</em>), penerimaan terhadap resiko (<em>risk</em> <em>taking</em>), kreativitas, pengetahuan usaha, ketrampilan usaha, kepercayaan diri (<em>self</em> <em>confident</em>), dan orientasi pasar. Sementara itu terdapat 8 responden (26,67%) pengrajin gula serbuk organik tergolong kategori sedang dengan skor total &gt; 40,0 – 56,0.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/502 Penerapan Harga Pokok Produksi pada Usaha Kerupuk Rambak Kulit Kerbau Menggunakan Metode Full Costing di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal 2022-11-16T03:53:49+00:00 Ayu Zulfa Sobichah ayuzulfa3@gmail.com Joko Sutrisno jokosutrisno@gmail.com Istanto Istanto istanto@gmail.com Lutfi Aris Sasongko lutfiaris@gmail.com <p>Kerupuk rambak kulit kerbau merupakan salah satu produk usaha industri rumahan yang berbahan baku kulit kerbau di Kecamatan Pegandon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perhitungan harga pokok produksi (HPP) pada usaha kerupuk rambak kulit kerbau dengan perhitungan yang dilakukan produsen dan perhitungan dengan metode <em>full</em> <em>costing</em> di UMKM kerupuk rambak Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. Penelitian ini menggunakan data primer yang didapatkan dari observasi dan wawancara dengan responden. Penentuan metode pengambilan sampel responden menggunakan metode sensus dengan jumlah responden yaitu 10 responden (produsen UMKM kerupuk rambak kulit kerbau). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan HPP menggunakan metode <em>full</em> <em>costing</em> pada usaha kerupuk rambak kulit kerbau didapatkan hasil sebesar Rp158.682/kg. Perhitungan harga pokok produksi yang digunakan oleh produsen kerupuk rambak kulit kerbau menggunakan metode variable costing. Perhitungan yang digunakan belum memperhitungkan biaya overhead secara menyeluruh. HPP yang didapat dari perhitungan produsen menggunakan variable costing sebesar Rp150.176. Sehingga terdapat adanya selisih antara perhitungan HPP produsen dengan HPP metode <em>full</em> <em>costing</em>. Selisih yang didapat sebesar Rp8.505. Jumlah produksi yang dihasilkan dalam satu kali produksi sebesar 28 kg. Dalam satu kali produksi membutuhkan waktu 7 hari.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/503 Analisis Rantai Pasokan Komoditas Ikan Manfish (Pterophyllum scalare) di Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah 2022-11-16T03:59:20+00:00 Bangkit Wiranata bangkit@gmail.com Aulia Fattah Noor Fauzi auliafattah@gmail.com Neo Agam Merdesa neonagam@gmail.com Divka Pramestya Ariesta Talsabilla divkapramestya@gmail.com Taufik Budhi Pramono taufik.pramono@unsoed.ac.id <p>Ikan Manfish (<em>Pterophyllum</em> <em>scalare</em>) merupakan komoditas ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi terutama dikalangan penghobi ikan hias lokal maupun mancanegara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi rantai pasokan ikan manfish dan menganalisis nilai tambah pada setiap anggota rantai pasok di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan analisis data berupa analisis data kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dilakukan untuk menganalisis nilai tambah pada setiap anggota rantai pasok. Analisis kualitatif digunakan untuk mengidentifikasi rantai pasokan ikan manfish. Pengambilan data menggunakan metode observasi, dokumentasi, studi pustaka, serta wawancara dengan jumlah responden sebanyak 20 responden dari pembudidaya ikan hias, distributor, dan toko ikan hias di Kabupaten Purbalingga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa permintaan ikan hias sangat tinggi di wilayah Purbalingga diringi dengan rantai pasok yang sangat bervariatif Selain itu, Produsen dan distributor membentuk manajemen rantai pasokan ikan manfish sangat sederhana dan pendek hal ini mengakibatkan perbedaan harga pada setiap distribusi tidak terlalu signifikan. Prodak sampai ketangan kekonsumen dengan harga yang masih dalam kondisi wajar hal dapat dilihat dari harga toko eceran yang masih tergolong terjangau. Pangsa pasar ikan manfish bukan hanya lokal daerah Purbalingga namun juga dikirim kedaerah luar purbalingga. Oleh karena itu, perlu adanya kebijakan pengembangan rantai pasok ikan manfish untuk membangun dan membantu pembudidaya ikan manfish agar kedepannya pembudidaya mendapatkan hasil yang maksimal baik dari segi kuantitas maupun kualitas.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/504 Mikroba Kontaminan Pada Biji Pala di Pulau Nusalaut: Karakteristik Morfologi, Frekuensi Keberadaan dan Estimasi Kuantitatif 2022-11-16T04:04:57+00:00 Costanza Uruilal constanza@gmail.com Jogeneis Patty jogeneis@gmail.com <p>Research objectives: 1) Identify internal factors (strengths-weaknesses) and external (opportunities-threats) that affect the home marketing mix of coconut sugar industry in Jeruklegi District. 2) Analyzing alternative marketing mix strategies for the coconut sugar home industry in Jeruklegi District. 3) Analyzing the best marketing mix strategies that are priorities to be applied to the coconut sugar home industry in Jeruklegi District. The method used is a descriptive method with the research location in Jeruklegi District which was determined intentionally (Purposive Sampling) with certain selection considerations. Involving 25 respondents of coconut sugar craftsmen. The formulation of the home marketing mix strategy for the coconut sugar industry was analyzed by SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). (Rangkuti, 2006). The results showed that internal factors were the availability of coconut trees, coconut sugar production activities were carried out continuously, the location of the coconut sugar processing business was quite strategic, the price of coconut sugar products was able to compete, the availability of experienced workers in the coconut sugar processing business, ownership of business capital. craftsmen independently, limited number of coconut trees, product quality does not yet have uniformity (taste, color and shape), lack of marketing information sources, level of production and packaging technology is still traditional, limited working capital of craftsmen, craftsmen have not done bookkeeping management and there is no group / cooperative. The position of the coconut sugar home industry in the Jeruklegi District, Cilacap Regency is in the Aggressive Region with the main strategy being the SO strategy, namely 1) Optimizing geographical conditions that support the agroclimate of natural resources and human resources of craftsmen in producing coconut sugar products continuously with competitive prices for coconut sugar products, 2) Optimizing production activities continuously in order to capture high market share opportunities both domestically and internationally with competitive prices as substitute products through partnership relationships between coconut sugar producers.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/505 Analisis Kelayakan Usaha Pembenihan Ikan Nila (Orecrhromis niloticus) dan Ikan Gurami (Ospronemus gourami) di Desa Kutasari Kabupaten Purbalingga 2022-11-16T04:44:49+00:00 Dharma Atmaja dharma@gmail.com Tresia Dwi Nesmita tresiadwi@gmail.com Muhammad Azharul Rijal mazharulrijal@ump.ac.id <p>Budidaya ikan merupakan bagian dari penyuplai utama ketersediaan ikan bagi masyarakat selain dari hasil tangkapan alam. Budidaya ikan meliputi dari pembenihan, pembesaran dan panen. Pembenihan adalah proses dimana penyediaan benih ikan, pembesaran merupakan Proses pemeliharaan benih ikan sampai ukuran siap konsumsi. Dalam usaha pembesaran ikan, petani harus memilih jenis ikan yang menguntungkan untuk dibesarkan berdasarkan parameter penunjangnnya. Kajian Ilmiah bertujuan untuk: 1. Mengetahui proses pembenihan ikan gurameh dan ikan nila pada balai benih ikan air tawar Kutasari, Purbalingga; 2. Mengetahui kelayakan usaha dari pembeniha ikan nila dan pembenihan ikan gurami, dan 3. Mengetahui permasalahan yang dihadapi dalam proses pembenihan ikan. Manfaatnya Memberikan wawasan dalam proses pembenihan ikan air tawar ikan air tawar desa kutasari kabupaten purbalingga. Metode kajian ilmiah ini menggunakan metode partisipasi aktif dan Observasi. Partisipasi aktif adalah semua kegiatan yang ada disana dan melakukan observasi pengamatan yang ada di balai ikan air tawar kutasari. Hasil yang diperoleh pada kajian ini adalah proses pembenihan ikan gurameh terdiri dari tahap pembenihan, pemijahan, dan pengambilan telur yang kemudian dijual pada petani pendeder ikan.Kelayakan usaha pada pembenihan ikan nila dan gurameh dapat dikatakan layak diusahakan dari analisis kelayakan usaha, nilai RC ratio ikan nila adalah 1,04 (=1),ikan gurameh dengan nilai 1,5 (&gt;1). Permasalahan pada pembenihan ikan nila dan ikan gurameh adalah Faktor cuaca, hama dan penyakit.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/506 Strategi Pemberdayaan Petani Disabilitas di Era Disrupsi 2022-11-16T04:48:21+00:00 Didik Widiyantono didikwidiyantono2012@gmail.com Hanifatus Sa’diyah Widihasaniputri hanifahtus@gmail.com <p>Pemberdayaan merupakan serangkaian kegiatan untuk meningkatkan keberdayaan kelompok lemah dalam masyarakat, termasuk individu-individu yang rentan terhadap masalah kemiskinan. Penyandang disabilitas merupakan salah satu kelompok masyarakat yang rentan terhadap masalah kemiskinan. Oleh karena itu kelompok masyarakat penyandang disabilitas tersebut perlu diberdayakan, dengan tujuan agar lebih berdaya, memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan hidup yang lebih baik secara fisik, ekonomi, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui karakteristik masyarakat difabel di kelurahan Argosari Kecamatan Sedayu Kabupaten Bantul; dan (2) merumuskan strategi pemberdayaan disabilitas di era disrupsi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan observasi yang didukung studi kepustakaan. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa warga penyandang disabilitas berjumlah 145 orang dengan karakteristik yang beragam. Kondisi lingkungan pedesaan menyebabkan penyandang disabilitas tersebut memiliki ketertarikan untuk melakukan beberapa usaha agribisnis. Meskipun termasuk kelompok masyarakat rentan kemiskinan namun ditemukan beberapa penyandang disabilitas memiliki sarana komunikasi berupa handphone. Kepemilikan sarana komunikasi berupa handphone dapat dimanfaatkan dalam platform utama pemasaran digital melalui <em>Facebook</em>, Instagram, <em>marketplace</em>, whatsapp dan website. Dengan adanya platform digital tersebut, produk usaha petani disabilitas dapat menjangkau lebih banyak pelanggan dan pasar global dengan tenaga dan biaya yang efisien.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/507 Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usaha Gula Aren di Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang 2022-11-16T04:56:00+00:00 Dwi Andaryogi dwiandaryogi1992.da@gmail.com Shofia Nur Awami shofianur@gmail.com Hilmi Arija Fachhriyan hilmiarija@gmail.com Endah Subekti endahsubekti@gmail.com <p>Desa Pledokan merupakan salah satu desa di Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang yang mempunyai prospek dalam pengembangan usaha pengolahan gula aren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, pendapatan usaha pengolahan gula aren dalam satu minggu periode produksi serta nilai BEP dan kelayakan usaha berdasarkan nilai R/C. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif serta metode penentuan lokasi menggunakan <em>purposive sampling</em>. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Rata-rata total biaya produksi yang dikeluarkan adalah sebesar Rp.119.811,-, rata-rata total penerimaan sebesar Rp.567.857,- serta rata-rata pendapatan sebesar Rp.448.046,- per satu minggu periode produksi. BEP unit usaha gula aren sebesar 5,99 kg serta BEP harga sebesar Rp.4.220,-. Nilai R/C pada usaha pengolahan gula aren dalam satu minggu produksi sebesar 4,7.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/508 Pengaruh Pemberian Pupuk Vermikompos dan Pupuk N, P, K Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) 2022-11-16T08:36:37+00:00 Eka Wihartati ekawihartati36118@gmail.com Agus Mulyadi Purnawanto agusmulyadi@gmail.com Arif Prashadi Santosa arifprashadi@gmail.com <p>Salah satu faktor penting dalam budidaya bawang merah adalah pemupukan. Petani cenderung menggunakan pupuk anorganik untuk meningkatkan hasil pertaniannya. Solusi mengatasi pemakaian pupuk anorganik yang berlebihan yaitu dengan vermikompos. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh vermikompos dan pengurangan dosis pupuk N,P,K terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Rancangan penelitiannya yaitu Rancangan Acak Kelompok terdiri dari 2 faktor, yaitu vermikompos; V<sub>0</sub> (vermikompos 0 ton/ha); V<sub>1</sub> (vermikompos 20 ton/ha); V<sub>2</sub> (vermikompos 40 ton/ha) dan pupuk N,P,K; P<sub>1</sub> (pupuk N,P,K 100%); P<sub>2</sub> (pupuk N,P,K 75%); P<sub>3</sub> (pupuk N,P,K 50%). Terdapat 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan yang terdiri dari 5 sampel tanaman pada masing-masing perlakuan diaplikasikan dengan kombinasi vermikompos dan pupuk N,P,K. Variabel total panjang daun dan jumlah daun diamati pada 10-50 hst dengan interval waktu 10 hari. Pada akhir pengamatan (60 hst) dilakukan pengukuran total panjang akar, jumlah umbi, diameter umbi, bobot umbi segar, bobot umbi kering, bobot tanaman segar, dan bobot tanaman kering. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan uji DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi vermikompos dan pupuk N,P,K mampu mengurangi penggunaan pupuk N,P,K. Berdasarkan hasil penelitian kombinasi vermikompos dan pupuk N,P,K dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah. Interaksi vermikompos 20 ton/ha dan dosis pupuk N,P,K 50% berpengaruh paling baik terhadap jumlah daun (26.23 helai), panjang daun (632.13 cm), bobot umbi segar (70.97 gram), bobot umbi kering (11.92 gram) dan bobot tanaman segar (96.52 gram).</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/509 Pengaruh Persepsi Masyarakat Perkotaan Terhadap Ketahanan Pangan Pada Desa Suka Mulya Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Lampung Utara 2022-11-16T08:39:21+00:00 Eko Abadi Novrimansyah ean.abadi13@gmail.com Rosy Febriani Daud rossyfebriani@gmail.com <p><strong>Pangan</strong><strong>&nbsp;</strong>merupakan kebutuhan dasar masyarakat pada realisasinya pemenuhan kebutuhan pangan seutuhnya diserahkan kepada masyarakat. Pemerintah memiliki peran lebih kepada regulator sehingga tidak terjadi monopoli yang dilakukan pemerintah. Rawan pangan adalah situasi yang prihatin dan berbahaya. Kondisi itu ditandai dengan minimnya ketersediaan kalori untuk konsumsi per kapita. Begitu pentingnya, kondisi rawan pangan menjadikan kasus kekurangan pangan pada desa tertinggal di provinsi dalam suatu negara maju. Peran Pemerintah Daerah dalam pengembangan ekonomi sektor produksi dan distribusi pangan pada Desa Suka Mulya Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Lampung Utara berdasarkan kebijakan pengembangan ekonomi mengacu pada peningkatan sistem produksi dan distribusi pangan, penentuan sikap masyarakat dalam rangka menjaga ketahan pangan. Penelitian ini membahas tentang persepsi masyarakat terhadap ketahanan pangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh persepsi masyarakat perkotaan terhadap ketahanan pangan pada Desa Suka Mulya Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Lampung Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Untuk memperoleh data digunakan metode observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan skala likert. Implikasi dari penelitian ini diharapkan peningkatan ekonomi didaerah khususnya peningkatan kualitas pada sektor produksi dan distribusi pangan, pemerintah daerah lebih berkontribusi dan memperhatikan keunggulan komoditi pangan didaerah, sehingga ketahanan pangan merupakan salah satu indikator yang harus dimiliki oleh daerah dalam rangka mewujudkan kesejahteraan didaerah.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/510 Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Rentan Pasca Kondisi New Normal Pada Daerah Rawan Kebakaran Hutan dan Hutan Gambut di Desa Sungai Jaga A 2022-11-16T08:42:04+00:00 Erlinda Yurisinthae erlinda.yurisinthae@faperta.untan.ac.id Dedi Kurniadi dedikurniadi@gmail.com A. Hamid A. Yusra ahamid@gmail.com <p>Di Indonesia, dampak yang diakibatkan oleh Covid-19 jauh lebih kompleks dibanding krisis ekonomi 1997-1998 dan 2008-2009. Akibat diterapkannya PSBB, banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan kesusahan dalam mencari lapangan pekerjaan sehingga sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Upaya mengatasi pandemi Covid-19, Pemerintah Indonesia, selain melakukan upaya dari sisi kesehatan, juga melaksanakan upaya pemulihan ekonomi masyarakat yang ditujukan kepada kelompok masyarakat yang paling terdampak yaitu masyarakat miskin dan rentan miskin. Upaya yang dilakukan pemerintan antara lain Digitalisasi Ekonomi Desa yang diinisiasi oleh Kemendes PDTT. Lokasi kegiatan di Desa Sungai Jaga A, yang merupakan satu dari 183 kabupaten tertinggal di Kabupaten Bengkayang. Sebagian besar penduduk memiliki sumber pendapatan sebagai petani. Produk pertanian bersifat mudah rusak dan lebih cepat mengalami penurunan mutu, sehingga harga jual di pasaran cenderung menjadi rendah.&nbsp; Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dilakukan penerapan teknologi pengolahan hasil pertanian, termasuk di dalamnya adalah teknologi penngemasan, pelabelan dan pemasaran digital. Pelaksanaan kegiatan ini mengikuti beberapa tahapan yaitu tahap persiapan, tahap sosialisasi, tahap diseminasi, tahap evaluasi dan monitoring, serta tahap pelaksanaan penelitian mempergunakan kuesioner dan dianalisis mempergunakan pendekatan kualitatif. Terdapat tiga teknologi yang didesiminasikan, yaitu: pengemasan, pelabelan dan pemasaran digital. Pemilihan materi mempertimbangkan dinamisasi dan perkembangan masyarakat yang sudah menjadikan dunia tanpa batas dengan mempergunakan internet. Hasil dari kegiatan menunjukan bahwa semua peserta kegiatan memiliki HP. Namun yang memiliki HP android sekitar 85%. Banyaknya pengguna HP android ini adalah dampak dari pembelajaran daring dari anak-anak peserta. Seratus persen HP dipergunakan untuk berkomunikasi, namun penggunaan HP untuk mencari berita/informasi baik di bidang pertanian maupun non pertanian masih dikisaran 75%. Lebih lanjut, masyarakat melihat internet berpotensi untuk membantu petani dan pemasaran produk yang dihasilkan. Namun belum meratanya tangkapan sinyal dan menambah pengeluaran menjadi pertimbangan petani untuk belum menggunakan internet. Untuk memanfaatkan peluang pemanfaatan internet maka masyarakat disarankan membentuk kelompok usaha pemasaran. Kelompok usaha pemasaran ini dapat menjamin kuantitas dan keberlanjutan produksi. Upaya perbaikan kualitas, dapat dilakukan dengan menjalin kerjasama bersama Dinas Koperasi di Kabupaten Bengkayang.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/511 Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Semangka (Citrullus lanatus) di Desa Jipang Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan 2022-11-16T08:45:14+00:00 Erma Dwi Amelia ermadwiamelia03@gmail.com Joko Sutrisno jokosutrisno@gmail.com Dewi Hastuti dewihastuti@gmail.com Sri Wahyuningsih sriwahyuningsih@gmail.com <p>Semangka merupakan komoditi tanaman hortikultura yang dibudidayakan secara intensif oleh petani semangka di Desa Jipang Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor produksi yang mempengaruhi pendapatan usahatani semangka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analisis. Penentuan sampel daerah menggunakan metode purposive sampling. Penentuan responden menggunakan metode sensus sebanyak 24 orang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, kuesioner, dokumentasi dan kajian pustaka. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis usahatani dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya Rp 2.703.203/MT dengan rata-rata penerimaan Rp 5.320.000/MT dan rata-rata pendapatan Rp 2.616.172/MT. Sedangkan rata-rata total biaya Rp.13.516.015/Ha dengan rata-rata penerimaan Rp 26.600.000/Ha dan rata-rata pendapatan Rp 13.083.985/Ha. Faktor-faktor produksi yang mempengaruhi pendapatan usahatani semangka adalah luas lahan, benih, pupuk urea, pupuk NPK, dan pestisida. Uji F menunjukkan bahwa luas lahan, benih, pupuk urea, pupuk NPK dan pestisida berpengaruh secara simultan. Uji t menunjukkan bahwa secara parsial variabel yang berpengaruh secara nyata yaitu luas lahan dengan nilai signifikan 0,001, pupuk NPK dengan nilai signifikan 0,001, dan pestisida dengan nilai signifikan 0,077. Sedangkan untuk variabel yang berpengaruh secara tidak nyata yaitu benih dengan nilai signifikan 0,215, dan pupuk urea dengan nilai signifikan 0,268. Berdasarkan analisis data koefisien determinasi (R2) adalah 0,918 artinya 91,8% naik turunnya pendapatan usahatani semangka dipengaruhi oleh faktor-faktor produksi yang ada di penelitian ini dan sisanya sebesar 8,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/513 Peluang Pengembangan Teknologi Pengeringan Bawang Putih dan Enkapsulasi Bawang Putih Lokal 2022-11-24T00:12:04+00:00 Deliana Putri Agriawati delianaputri2013@gmail.com Nurmalia Nurmalia delianaputri2013@gmail.com <p>Bawang putih (<em>Allium sativum</em>) memiliki kandungan bioaktif yang tinggi dan beragam. Organosulfur merupakan komponen bioaktif utama pada bawang putih yang menjadi penentu rasa, aroma serta memberikan efek farmakologis, sehingga bawang putih memiliki manfaat fungsional. Bawang putih telah dimanfaatkan sejak lama sebagai bumbu masak. Teknologi pengolahan bawang putih telah banyak dikembangkan untuk menghasilkan sediaan bawang putih dalam beragam jenis olahan, salah satunya adalah bubuk bawang putih. Namun demikian, teknologi pengolahan yang tidak tepat dapat menghilangkan kandungan komponen bioaktif. Berbagai metode pengeringan (beku, vakum dan <em>microwave</em>) diterapkan untuk mendapatkan produk bawang putih, yang dapat mempertahankan kandungan bioaktif yang ada. Bawang putih lokal Indonesia memiliki kandungan organosulfur khususnya senyawa allisin yang tinggi sehingga menghasilkan aroma yang kuat. Ulasan ini bertujuan untuk memberikan informasi peluang pengembangan produk bawang putih dengan menggunakan teknologi pengeringan dan enkapsulasi. Informasi ulasan diharapkan dapat memberikan manfaat untuk perancangan rekayasa proses pengeringan maupun enkapsulasi bawang putih lokal yang disesuaikan dengan karakteristik fisik dan kimia ekstrak bawang putih lokal.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/514 Pengaruh Pemberian Larutan Daun Pepaya Pada Lele yang Diinfeksi Aeromonas hydrophila Ditinjau dari Histopatologi Insang, Kulit, dan Otot 2022-11-24T00:20:05+00:00 Dewi Susylowati dewisusylowati@ump.ac.id Sri Andayani dewisusylowati@ump.ac.id Maheno Sri Widodo dewisusylowati@ump.ac.id <p>Histopatologi dapat memberikan gambaran perubahan atau kelainan pada level jaringan. Parameter utama pada penelitian ini adalah histopatologi insang, kulit, dan otot. Penelitian menggunakan dua kontrol yaitu kontrol normal (tanpa infeksi dan tanpa perlakuan daun pepaya) dan kontrol infeksi (tanpa paparan larutan daun pepaya). Lima perlakuan yang digunakan yaitu pengobatan dengan paparan larutan daun pepaya dengan dosis 10, 15, 20, 25 dan 30 mg/mL. Hasil penelitian menunjukkan insang dan kulit ikan normal tidak mengalami hiperplasia. Otot ikan normal terlihat kompak dan rapat antara sel yang satu dengan yang lainnya. Insang dan kulit ikan yang terinfeksi&nbsp; mengalami kerusakan jaringan. Kerusakan jaringan juga terjadi pada perlakuan&nbsp; pengobatan paparan larutan daun pepaya berupa hiperplasia dengan tingkat radang, degenarasi, dan nekrosis yang berbeda-beda. Hasil skoring ikan terinfeksi tanpa pengobatan memiliki memiliki nilai yang hampir sama dengan perlakuan pengobatan pada paparan larutan daun pepaya dosis 25 dan 30 mg/mL. Hal ini diakrenakan larutan dnegan konsentrasi tinggi memberikan efek toksik. Sebaliknya, dosis 10 mg/mL kurang efektif untuk pengobatan karena bersifat bakteriostatik yaitu hanya menahan pergerakan bukan membunuh bakteri. Dosis yang tepat untuk membunuh bakteri dan tidak bersifat toksik adalah pengobatan dengan paparan larutan daun pepaya dosis 15 dan 20 mg/mL. Hal tersebut didukung oleh kelulushidupan ikan lele.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/515 Strategi Pemasaran Benih Tanaman yang Dikemas Ulang di RBL Nusantara Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati Ba'alawy Kota Semarang 2022-11-24T00:22:56+00:00 Eva Sulistyaningsih evasulistyaningsih05@gmail.com Sri Marwanti evasulistyaningsih05@gmail.com Rossi Prabowo evasulistyaningsih05@gmail.com Lutfi Aris Sasongko evasulistyaningsih05@gmail.com <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor internal dan eksternal serta mengetahui strategi pemasaran benih tanaman yang dikemas ulang di Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati Ba’alawy Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan lokasi penelitiannya dilaksanakan di Pondok Pesantren Sunan Gunung Jati Ba’alawy Kota Semarang. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Matriks IFAS, EFAS, IE, dan SWOT. Hasil penelitian pada faktor internal menunjukkan bahwa dari 9 faktor yang terdiri dari kekuatan dan kelemahan menghasilkan total skor sebesar 2,95 artinya RBL Nusantara dapat dapat mengatasi kelemahan menggunakan kekuatan yang dimiliki. Faktor eksternal menunjukkan bahwa dari 8 faktor baik peluang dan ancaman menghasilkan skor total sebesar 2,72 artinya RBL Nusantara dapat memanfaatkan peluang yang ada dan menghindari pengaruh negative dari ancaman. Matrik IE unit usaha RBL Nusantara berada didaerah V yang merupakan daerah pertahankan dan pelihara. Strategi pertahankan dan pelihara bertujuan untuk menjaga dan mempertahankan stabilitas RBL Nusantara, baik dalam penjualan, keuntungan, manajemen, SDM. Hal ini dapat dicapai dengan strategi penetrasi pasar melalui pasar <em>online </em>maupun <em>offline</em>, promosi, dan pengembangan produk dengan meningkatkan inovasi varian tanaman yang dijual maupun <em>design </em>kemasan yang menarik.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/516 Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen di Agrowisata Purwosari Kecamatan Mijen Kota Semarang 2022-11-24T00:26:10+00:00 Evon Elvionita evonelvionitaa@gmail.com Dewi Hastuti evonelvionitaa@gmail.com Hendri Wibowo evonelvionitaa@gmail.com Renan Subantoro evonelvionitaa@gmail.com <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan di Agrowisata Purwosari dan menganalisis atribut yang sangat penting terhadap pengaruh kepuasan konsumen di Agrowisata Purwosari. Jenis data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekunder. Metode analisis data yang digunakan antara lain uji validitas dan uji reliabilitas, sedangkan untuk perhitungan data menggunakan metode <em>Importance Performance Analysis, </em>metode <em>Customer Satisfaction Index </em>yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen secara menyeluruh yang kemudian dilakukan <em>plotting </em>dengan menggunakan Diagram Kartesius. Hasil perhitungan dengan menggunakan metode <em>Importance Performance Analysis </em>(IPA), menunjukan tingkat kesesuaian setiap indikator memiliki nilai rata-rata sebesar 91,46% dengan kriteria “sangat puas” dan pada Diagram Kartesius dari 25 atribut terdapat 3 atribut yang memerlukan perbaikan dan peningkatan yaitu atribut nomor 1, 20 dan 24. Hasil perhitungan metode <em>Customer Satusfaction Index </em>nilai tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan di Agro Purwosari mendapatkan skor 83.44%, artinya konsumen Agro Purwosari merasa “sangat puas” karena skor yang berada pada rentang skala 81% sampai dengan 100%. Jadi dapat dikatakan bahwa kinerja dari Agro Purwosari sudah bagus, akan tetapi pihak Agro Purwosari harus tetap meningkatkan kualitas kepuasan konsumen khususnya pada atribut yang nilainya kurang memuaskan dan dapat mempertahankan atau meningkatkan atribut yang sangat penting supaya dapat meningkatkan kepuasan terhadap pelayanan Agro Purwosari.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/517 Penerapan Matriks Grand Strategy pada Agribisnis Mangga di Kabupaten Karanganyar 2022-11-24T00:29:54+00:00 Faisal Reza Hatami hatameh12@gmail.com Kusnandar Kusnandar hatameh12@gmail.com Mohamad Harisudin hatameh12@gmail.com <p>Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam dan perekonomiannya bergantung pada sektor pertanian sehingga dikenal sebagai negara agraris. Agraris adalah kondisi dimana sebagian besar mata pencaharian penduduk suatu negara adalah bertani. Industri buah mangga adalah salah satu industri yang berpotensi untuk dikembangkan dalam sektor perkebunan. Hasil IFE menunjukkan terdapat 3 aspek kekuatan, 3 aspek kelemahan dan hasil EFE terdapat 3 aspek peluang dan 3 aspek ancaman. Matriks SWOT digunakan untuk penentuan alternatif strategi dan Matriks <em>grand strategy</em> merupakan alat analisis yang digunakan untuk merumuskan kuadran pada suatu alternatif strategi. Hasil yang diperoleh dari Matriks <em>grand strategy</em> menunjukan posisi koordinat pada kuadran I (satu). Sumbu horizontal (X) menunjukkan pada posisi 2.04, sedangkan sumbu vertikal (Y) pada posisi 0.51. Kuadran I merupakan kuadran yang menerapkan strategi S-O. Kuadran I S-O menunjukkan beberapa strategi yang dapat diterapkan, yaitu 1) diversifikasi produk mangga untuk meningkatkan daya saing, 2) Pengembangan pasar melalui ekspansi 3) Penetrasi pasar secara <em>online</em> dan <em>offline.</em></p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/518 Analisis Usahatani Sawi Pakcoy (Brassica rapa subsp. chinensis) di Desa Sumberejo Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang 2022-11-24T00:32:26+00:00 Farid Asrofunni’am faridasrofun@gmail.com Rossi Prabowo faridasrofun@gmail.com Hilmi Arija Fachriyan faridasrofun@gmail.com Dewi Hastuti faridasrofun@gmail.com <p>Sawi Pakcoy <em>(Brassica rapa subsp. Chinensis) </em>memiliki peluang pasar yang cukup tinggi, tanaman ini berkembang pesat di daerah tropis dan subtropis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat biaya penerimaan dan pendapatan usahatani sawi pakcoy <em>(Brassica rapa subsp. Chinensis) </em>di Desa Sumberejo Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang dan mengetahui kelayakan usahatani sawi pakcoy <em>(Brassica rapa subsp. Chinensis) </em>ditinjau dari BEP dan R/C di Desa Sumberejo Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang. Metode dasar yang digunakan yaitu metode diskriptif kuantitatif. Metode penentuan lokasi dilakukan secara sengaja <em>(purposive)</em>. Penentuan pengambilan sampel responden menggunakan sampel jenuh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani usahatani sawi pakcoy di Desa Sumberejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang yang berjumlah 10 petani. Analisis data dilakukan dengan menghitung biaya, penerimaan, pendapatan, BEP <em>(Break Even Point) </em>dan R/C. Hasil analisis menunjukkan bahwa : (1) besarnya biaya total yang dikeluarkan oleh petani di Desa Sumberejo Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang sebesar Rp. 2.267.033 per musim tanam, (2) besarnya produksi sawi pakcoy 1.117 kg dengan harga jual Rp. 4.000 maka diperoleh penerimaan sebesar Rp. 4.468.000 per musim tanam, (3) besarnya pendapatan yang diterima petani sawi pakcoy di Desa Sumberejo Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang sebesar Rp. 2.200.967 , (4) besarnya BEP unit yaitu sebesar 567 kg/musim, BEP harga Rp. 2.066, (5) Nilai R/C sebesar 2,0 artinya setiap Rp. 1,00 biaya yang dikeluarkan, maka diperoleh penerimaan sebesar Rp. 2,0 pada kegiatan usahatani sawi pakcoy ini layak di usahakan.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/519 Rentabilitas Ekonomi Usahatani Ubikayu Berdasarkan Status Penguasaan Lahan di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas 2022-11-24T00:36:34+00:00 Hari Prasetyawadi donha2210@gmail.com <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan laba usahatani ubi kayu antara petani pemilik dan petani penyewa di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas, serta membandingkan rentabilitas ekonomi usahatani ubi kayu antara petani pemilik dan petani penyewa di Kecamatan Cilongok kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan dengan metode survai, sedangkan penentuan lokasi dilakukan secara sengaja dengan memilih dua desa, yaitu Desa Pejogol dan Desa Cikidang dengan pertimbangan bahwa bahwa desa tersebut merupakan daerah potensial dalam pengembangan tanaman ubikayu di wilayah Kecamatan Cilongok dan petani ubikayu di daerah tersebut mempunyai status penguasaan lahan sebagai petani pemilik dan penyewa. Pengambilan contoh dilakukan dengan teknik pengambilan contoh dua tahap. Tahap pertama memilih kelompok tani dan tahap kedua memilih 40 orang petani contoh dari 225 orang petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laba usahatani petani penyewa lebih besar dari petani pemilik di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas meskipun secara statistik tidak berbeda nyata pada taraf ? 5%. Laba usahatani petani penyewa rata-rata sebesar Rp 34.218.888,48 per hektar, sedankan laba petani pemilik penggarap sebesar Rp 22.037.018,54 per hektar. Rentablitas ekonomi usahatani ubikayu pada petani penyewa lebih besar dari pada petani pemilik dan secara statistik berbeda nyata pada taraf ? 5%. Rentabilitas ekonomi pada petani penyewa sebesar 1,46 sedangkan rentabilitas ekonomi pada petani pemilik sebesar 0,95. Rentablitas ekonomi usahatani ubikayu pada petani penyewa sebesar 1,46 artinya setiap pengeluaran Rp 1000,- untuk modal atau biaya total dalam usahataninya akan menghasilkan laba sebesar Rp 1.460,- Rentabilitas ekonomi usahatani ubikayu petani pemilik sebesar 0,95. artinya setiap Rp 1000,- pengeluaran modal atau biaya total dalam usahataninya akan menghasilkan laba sebesar Rp 950,-</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/521 Keragaman Sistem Agribisnis Tanaman Hias pada Kawasan Wisata Baturraden Kabupaten Banyumas 2022-11-24T00:41:20+00:00 Pujiati Utami pujiati_utami@yahoo.com Watemin Watemin pujiati_utami@yahoo.com Gesit Qoriah Tri Aprilia pujiati_utami@yahoo.com Aisya Ayu Prawitasari pujiati_utami@yahoo.com Sanggita Excelint Rahma pujiati_utami@yahoo.com Aolia Nur Vaicha pujiati_utami@yahoo.com <p>Kabupaten Banyumas menjadi salah satu daerah yang memiliki potensi dalam mengembangkan usaha tani tanaman hias. Prospek pasar tanaman hias semakin cerah seiring dengan pesatnya perkembangan industri pariwisata di berbagai wilayah di Indonesia serta tempat-tempat lain di luar negeri. Hal ini tentu akan menunjang peningkatan permintaan akan produk tanaman hias, baik sebagai hiasan untuk mempercantik lingkungan atau sebagai kebutuhan sehari-hari sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat. Sistem agribisnis tanaman hias pada kawasan wisata Baturraden terdiri dari subsistem agribisnis hulu yaitu pengadaan sarana produksi untuk budidaya tanaman hias (bibit, pupuk, pestisida dan peralatan usaha tanaman hias), subsistem usahatani atau budidaya tanaman hias, subsistem pengolahan hasil terkait pengemasan tanaman hias yang dipasarkan, subsistem pemasaran dari pelaku usaha tanaman hias ke konsumen, dan subsistem penunjang khususnya terkait dengan kebijakan pemerintah.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/522 Efektivitas Pola Komunikasi Penyuluhan Pertanian untuk Usaha Tani Padi Sawah dengan Teknologi Jajar Legowo Pada Kelompok Tani Sri Ganggong di Desa Jatianom Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon 2022-11-24T00:44:40+00:00 Putri Adisya Halimatussa’diah adisya127@gmail.com Dumasari Dumasari adisya127@gmail.com Watemin Watemin adisya127@gmail.com <p>Komunikasi merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan oleh penyuluh pertanian dalam menjalankan tugasnya dan harus memiliki sifat efektif untuk membantu meminimalisir kesalahpahaman. Efektivitas komunikasi adalah suatu efek atau pengaruh dari komunikasi yang terjadi dan sebagai indikator keberhasilan komunikasi. Tujuan penelitian adalah mengetahui pola komunikasi yang terjadi pada penyuluhan pertanian, faktor penghambat dan pendukung, serta efektivitas dari pola komunikasi yang terjadi pada penyuluhan pertanian pada kelompok tani Sri Ganggong di Desa Jatianom. Metode yang dilakukan adalah <em>purposive sampling </em>dengan kriteria tertentu. Pola komunikasi yang terjadi adalah pola komunikasi satu arah, dua arah, dan multi arah. Hambatan yang terjadi adalah umur dan waktu, sedangkan faktor pendukung adalah pengalaman penyuluh, pengalaman petani, media, dan instansi pemerintah. Pola komunikasi yang terjadi berjalan dengan efektif ditandai oleh perubahan sikap mental, pengetahuan dan keterampilan petani dari kelompok tani Sri Ganggong.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/523 Efisiensi Distribusi Pupuk Bersubsidi di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya Artha Tani Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara 2022-11-24T00:46:42+00:00 Retno Kusuma Ningrum retnokusuman@gmail.com Pujiharto Pujiharto retnokusuman@gmail.com Dumasari Dumasari retnokusuman@gmail.com <p>Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara pada bulan Maret sampai April 2022. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui proses distribusi pupuk bersubsidi di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya Artha Tani Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara. 2) Mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat distribusi pupuk bersubsidi di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya Artha Tani Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara. 3) Mengetahui efisiensi distribusi pupuk bersubsidi di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya Artha Tani Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Pengambilan sample menggunakan metode <em>purposive sampling </em>yang kemudian dipilih menggunakan metode <em>snowball samping </em>sehingga dihasilkan 26 informan kunci dan 6 responden. Hasil penelitian ini yaitu proses distribusi yang dilakukan oleh Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya Artha Tani terdiri dari kegiatan pelayanan, standar waktu pendistribusian, jadwal pendistribusian, serta pelaksanaan prinsip 6T pendistribusian pupuk bersubsidi. Faktor pendukung dalam kegiatan pendistribusian pupuk bersubsidi di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya Artha Tani yaitu administrasi teratur, adanya kerjasama dalam organisasi, pengecekan pupuk bersubsidi secara berkala dan adanya sistem RDKK sedangkan faktor penghambatnya yaitu sarana dan prasarana administrasi masih kurang mumpuni, terjadi kesalahan komunikasi dengan pihak distributor, pupuk menumpuk digudang saat musim panen dan petani belum memahami penggunaan kartu tani dan sistem RDKK . Efisiensi distribusi pupuk bersubsidi di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya Artha Tani secara keseluruhan sudah efisien dengan nilai efisiensi untuk pupuk urea sebesar 0,42%, pupuk NPK 0,41% dan pupuk organik 1,08%.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/524 Pengaruh Penambahan Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Pertumbuhan dan Jumlah Bunga pada Tanaman Hias Tagetess sp. 2022-11-24T00:50:20+00:00 Rochmatino Rochmatino rochmatino@unosed.ac.id <p><em>Tagetes </em>sp. merupakan salah satu tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. <em>Tagetes </em>sp. sering dimanfaatkan secara beragam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi paclobrutazole dan gibberellin kualitas bunga <em>Tagetes </em>sp. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan pola perlakuan RAL faktorial. Sebagai perlakuan adalah konsentrasi gibberellin (G) dan paclobutrazole (P) &nbsp;terdiri dari 4 taraf: G1: 0 ppm; G2: 50 ppm; G3: 100 ppm; G4: 150 ppm. Sebagai faktor kedua adalah konsentrasi paclobrutazole (P), yang terdiri dari 3 taraf: P1: 0 ppm; P2: 100 ppm; P3: 200 ppm. Setiap kombinasi perlakuan diulang 10 kali sehingga diperoleh 120 unit percobaan. Variable yang diamati pada penelitian ini adalah pembungaan, dengan parameter jumlah daun, tinggi tanaman, jumlah akar, berat kering tanaman dan berat basah tanaman, waktu berbunga. Analisis data menggunakan uji F (Anova) dan dilanjutkan dengan analisis korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan Gibberellin dan Paclobutrazole berpengaruh terhadap kualitas bunga (jumlah dan ukuran bunga) (p &lt;0,05), hasil uji regresi menunjukan bahwa peningkatan konsentrasi keduanya akan meningkatkan jumlah bunga dan menurunkan ukuran bunga (r<sup>2 </sup>=0,569). Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa penambahan Gibberellin dan Paclobutrazole dapat menigkatan kualitas bunga tanaman Tagetes sp, sehingga lebih memiliki nilai jual tanaman hias.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/525 Menumbuhkan Semangat Wirausaha dan Mandiri Pangan Anak-anak Panti Putra Muhammadiyah Lubuklinggau 2022-11-24T00:57:20+00:00 Samsul Bahri bahriunmura@gmail.com Novianto Novianto bahriunmura@gmail.com Teguh Karyono bahriunmura@gmail.com <p>Menyiapkan masa depan anak yang cemerlang diera 4.0 saat ini tidak hanya dibekali dengan pengetahuan yang diperoleh dari belajar yang diperoleh dibangku sekolah yang hanya berkutat tentang pengetahuan keilmuan yang bersifat teoritis, namun juga perlu diberikan stimulus untuk menyiapkan mental kewirausahaan yang memiliki semangat mandiri, inovatif, kreatif serta mampu menghadapi tantangan dunia usaha. Kesiapan menciptakan lapangan kerja kedepan adalah hal yang paling utama ketimbang hanya menanamkan anak kedepan akan menjadi apa. Melalui kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Pertanian Universitas Musi Rawas, kami memberikan edukasi untuk membuka wawasan terkait semangat wirausaha dikalangan anak-anak panti. Melalui kegiatan tersebut terlihat jelas semangat anak-anak dalam mengikuti kegiatan yang dilakukan. Konsep yang diterapkan adalah pemanfaatan pekarangan dengan model pertanian yang terintegrasi antara tanaman pangan dan ternak, konsep atau model pertanian terintergrasi tersebut lazim disebut sebagai Sisitiem pertanian terpadu. Sistem pertanian terpadu (<em>Integrated Farming System</em>) merupakan penggabungan semua komponen pertanian dalam suatu sistem usaha pertanian yang terpadu. Penelitian bertujuan untuk melihat sejauhmana anak-anak panti putra muhammadiyah Lubuklinggau memiliki semangat berwirausaha melalui konsep mandiri pangan. Penelitian ini menggunakan metode survey yang akan diperoleh hasil data penelitian secara kuantitatif, teknik pengumpulan data dengan cara menyebarkan angket kuesioner yang telah disusun dengan skala likert, selanjutnya teknis analisis data menggunakan SPSS melalui uji regresi linier sederhana dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan hasil analisis data uji regresi linear dan uji hipotesis dan uji secara skala likert menunjukkan bahwa mandiri pangan berpengaruh negatif dan signifikan secara parsial terhadap menumbuhkan kewirausahaan pada anak-anak panti putra muhammadiyah Lubuklinggau.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/526 Respon Pertumbuhan 10 Galur Padi Rawa (Oryza sativa l.) Rakitan Universitas Bengkulu Terhadap Penyakit Blas di Rumah Kassa 2022-11-24T01:00:21+00:00 Sella Tuti Febriani sellafebryani523@gmail.com Tunjung Pamekas sellafebryani523@gmail.com Nela Zahara sellafebryani523@gmail.com <p>Tanaman&nbsp; padi (<em>Oryza sativa </em>L.) merupakan komoditas utama sebagai sumber pangan masyarakat Indonesia. &nbsp;Dalam usaha memenuhi kebutuhan pangan, pengembangan galur padi rawa perlu digalakkan.&nbsp; Serangan penyakit blas yang disebabkan oleh <em>Pyricularia oryzae</em> menjadi faktor penghambat dalam usaha budidaya padi rawa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi pertumbuhan sepuluh galur padi rawa terhadap serangan penyakit blas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2021 hingga April 2022 di Laboratorium Proteksi Tanaman dan <em>greenhouse</em> Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan 10 galur padi rawa (UBPR 1, UBPR 2, UBPR 3.UBPR 4, UBPR 6, UBPR 7, UBPR 8, UBPR 9, UBPR 10 dan UPBR 11 serta varietas INPARI 32 sebagai pembanding). Tahapan penelitian meliputi peremajaan patogen <em>P</em><em>.</em><em> oryzae,</em> persiapan media tanam padi, penyemaian benih padi, penanaman, inokulasi patogen <em>P</em><em>.</em><em> oryzae</em>, dan&nbsp; pemeliharaan. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah trikoma, tingkat kehijauan daun, jumlah stomata, jumlah malai, jumlah dan bobot biji bernas, bobot biji hampa, dan bobot brangkasan kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ke 10 galur uji memiliki respon pertumbuhan yang sangat bervariasi. Dari sisi produksi ke 10 galur uji memiliki respon pertumbuhan dibawah varietas pembanding &nbsp;INPARI 32.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/527 Teknik Pemijahan Tradisional Ikan Cupang (Betta Sp.) 2022-11-24T01:02:52+00:00 Shindid Nabil Arif MAzharulRijal@ump.ac.id Defi Sefianingsih MAzharulRijal@ump.ac.id Muhammad Azharul Rijal MAzharulRijal@ump.ac.id <p>Kajian Ilmiah dengan judul “Teknik Pemijahan Tradisional Ikan Cupang (<em>Betta </em>sp.) dibalai penelitian dan pengembangan budidaya Ikan Hias Depok Jawa Barat”, telah dilaksanakan. Kajian Ilmiah bertujuan untuk mengetahui teknik pemijahan ikan cupang (<em>Betta </em>sp.), teknik pembenihan ikan cupang (<em>Betta </em>sp.), fekunditas, <em>hatching rate</em>, <em>survival rate</em> dan perkembangan larva ikan selama tiga minggu pemeliharaan pada Balai Penelitian dan pengembangan Budidaya Ikan Hias, Depok Jawa Barat. Parameter utama yaitu fekunditas daya tetas, sintasan hidup, perumbuhan larva, dan parameter tambahan yaitu kualitas air. Hasil kerja praktek menunjukan bahwa indukan jantan ikan cupang memiliki panjang total 5,3 cm dan panjang standar 4,6 cm. indukan betina memiliki panjang total 5,1 cm dan panjang standar 4,3 cm. berat indukan antan sebesar 1,9 gram, sedangkan untuk indukan betina sebesar 1,3 gram. fekunditas indukan betina ikan cupang sebesar 525 butir telur untuk sekali pemijahan. Daya tetas telur ikan pada wadah pertama sebesar 90%, sedangkan pada wadah kedua 92% dan pada wadah ketiga sebesar 100%. Sintasan hidup ikan cupang pada wadah pertama sebesar 43%, sedangkan pada wadah kedua sebesar 30%, dan pada wadah ketiga sebesar 42%. Pertumbuhan mutlak larva ikan cupang panjang sebesar 2 mm dan pada bobot sebesar 11,84 mg. Kualitas air pada saat pemijahan maupun pada saat pemeliharaan larva ikan didalam kisaran yang baik untuk proses budidaya dan pembenihan ikan cupang. Suhu ada pada kisaran 24 – 28 <sup>0</sup>C, sedangkan oksigen terlarut ada pada kisaran 3 – 5 ppm, pH pada kesemua wadah pemeliharaan ada pada kisaran 7. Hal tersebut merupakan indikator yang baik untuk proses pemeliharaan larva ikan cupang.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/528 Perilaku Wirausaha Terhadaap Pendapatan Usaha Pedagang Sayur Dikecamatan Kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara (Studi Kasus Pada Pedagang Sayur Di Pasar Baru) 2022-11-24T02:34:31+00:00 Sintha Anabokai sinthaanabokai06@gmail.com Umbu Joka sinthaanabokai06@gmail.com Dira Asri Pramita sinthaanabokai06@gmail.com <p>Pelaku usaha di Indonesia sebagian besar didominasi oleh UMKM. Perilaku kewirausahaan pedagang Pasar, disamping dilihat dari kebutuhan dana mereka juga sikap-sikap kewirausahaan sehingga dapat muncul untuk mengembangkan perilaku wirausahawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perilaku wirausaha terhadap faktor eksternal dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pendapatan. Analisis data yang digunakan berupa Analisis Jalur Path <em>(Path Analysisi) </em>untuk perilaku wirausaha, faktor internal dan faktor eksternal terhadap pendapatan di pasar baru kefamenanu. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial perilaku wirausaha berpengaruh terhadap faktor eksternal dengan nilai signifikan terhadapan faktor eksternal dengan koefisien regresi X1 sebesar 0,004 dan X2 sebesar 0,010 berarah positif. untuk nilai pengaruh standardized coefficient X1 sebesar 0,351 atau 35,1% dan X2 sebesar 0,311 atau 31,1%, Sedangkan R Square sebesar 0,275 dan nilai Pe1 sebesar 0,851. Dan secara simultan perilaku wirausaha berpengaruh terhadap pendapatan dengan nilai signifikaan terhadap pendapatan dengan nilai koefisien regresi 0,32 dan 0,22 berarah positif dengan nilai standardized coefficient X1 sebesar 0,279 atau 27,9% dan X2 sebesar 0,046 atau 04,6% sedangkan faktor internal tidak berpengaruh terhadap pendapatan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,717 dengan nilai standardized coefficient Y sebesar 0,314 atau 31,4%. Dan nilai R Square secara simultan sebesar 0,272 atau 27,2% untuk nilai Pe2 sebesar 0,8532.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/529 Karakteristik Minuman Sinbiotik Soyghurt Kedelai Kuning (Glycine max ) dan Kedelai Hitam (Glycine soja L.) dengan Penambahan Inulin pada Konsentrasi yang Berbeda 2022-11-24T02:42:13+00:00 Subhi Nur Faiz subhinurfaiz05@gmail.com Arif Prashadi Santosa subhinurfaiz05@gmail.com Dini Nur Afifah subhinurfaiz05@gmail.com Agus Mulyadi Purnawanto subhinurfaiz05@gmail.com <p>Minuman sinbiotik merupakan minuman yang mengandung bakteri probiotik sekaligus prebiotik sebagai substrat bakteri probiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kedelai, konsentrasi inulin dan interaksi yang berpengaruh terhadap karakteristik proksimat dan organoleptik sinbiotik soyghurt. Penelitian dilakukan di Laboratorium Agroteknologi dasar Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Purwokerto mulai bulan april hingga juni 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap ( RAL ) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama jenis kedelai: Kedelai kuning (<em>Glycine max</em>) tidak dikupas (K1), kedelai kuning (<em>Glycine max</em>) dikupas (K2), kedelai hitam (<em>Glycine Soja L</em>.) dikupas (K3) dan kedelai hitam <em>(Glycine Soja L.) </em>tidak dikupas K4. Faktor kedua konsentrasi Inulin: 0% (I0), 3% (I1), 5% (I2), dan 7% (I3). Variabel pengamatan pengukuran pH, kadar air, kadar protein, kadar abu, kadar karbohidrat, kadar lemak, kadar serat, uji viabilitas bakteri asam laktat, aktivitas antioksidan dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan jenis kedelai hitam tidak dikupas (K4) memiliki karakteristik proksimat dan organoleptik yang paling baik dan memiliki nilai berturut-turut yaitu pH 4,48, kadar air 86,35, protein 7,03, karbohidrat 5,44, lemak 1,01, serat 9,44, antioksidan 47,71, warna 4,15 (Netral) dan keseluruhan 4,45 (Netral). konsentrasi inulin 7% memiliki karakteristik proksimat dan organoleptik yang paling baik memiliki nilai berturut-turut yaitu pH 4,32, kadar air 83,54, protein 4,58, karbohidrat 10,87, lemak 0,84, serat 8,38, BAL 23,50x108 CFU/ml dan rasa 4,36 (Netral). Interaksi K4I3 (kedelai hitam tidak dikupas) antara jenis kedelai dan konsentrasi inulin berpengaruh terhadap karakteristik proksimat dan organoleptic memiliki nilai berturut-turut yaitu pH 4,30, kadar air 84,29, protein 6,29, kadar abu 0,21, karbohidrat 8,32, lemak 0,89, serat 12,39, BAL 25x108 CFU/ml, antioksidan 50,93, warna 3,95 (Netral), aroma 4,5 (Netral), rasa 4,4 (Netral), Kelembutan 4,3 (Netral) dan keseluruhan 4,25 (Netral).</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/530 Kajian Potensi Pengembangan Agrowisata di Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas 2022-11-24T02:45:07+00:00 Suwarsito Suwarsito suwarsito@ump.ac.id Aman Suyadi suwarsito@ump.ac.id Astika Nurul Hidayah suwarsito@ump.ac.id Ikhsan Mujahid suwarsito@ump.ac.id <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji potensi pengembangan agrowisata di Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode observasi digunakan untuk mengamati potensi agrowisata di Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menjelaskan potensi internal dan eksternal agrowisata di Desa Sambirata. Data penelitian berupa data primer yang diperoleh langsung dari pengamatan di lapangan, meliputi data potensi internal dan eksternal agrowisata di Desa Sambirata. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan metode observasi dan studi pustaka Analisis data menggunakan <em>matching data</em> untuk menilai potensi internal dan eksternal agrowisata berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPDA). Potensi internal meliputi data daya tarik wisata (<em>attraction</em>) dan fasilitas wisata <em>(amenities</em>), sedangkan potensi eksternal meliputi aksesibilitas wisata (<em>accesability</em>) dan pelayanan tambahan (<em>ancilliary</em>). Selanjutnya dari hasil <em>matching data</em> dikategorikan menjadi tiga kriteria yaitu rendah, sedang dan tinggi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi agrowisata di Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas secara keseluruhan termasuk dalam kategori rendah. Faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya potensi agrowisata Desa Sambirata adalah fasilitas wisata (<em>amenities</em>), aksesibilitas (<em>accesability</em>) dan pelayanan penunjang wisata (<em>ancillary</em>).</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/531 Upaya Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas Dalam Pengembangan Pertanian Organik 2022-11-24T02:50:42+00:00 Suwarsito Suwarsito suwarsito@ump.ac.id Aman Suyadi suwarsito@ump.ac.id Hindayati Mustafidah suwarsito@ump.ac.id <p>Kegiatan budidaya pertanian masyarakat di Desa Sambirata belum menerapkan teknologi pertanian organik. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Sambirata mengenai teknologi budidaya pertanian organik di Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Kelompok mitra sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah anggota kelompok tani di Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat menggunakan metode aktif interaktif melalui kegiatan penyuluhan. Tahapan kegiatan pengabdian masyarakat meliputi sosialisasi program, penyuluhan, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan anggota kelompok tani di Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas mengenai teknologi budidaya pertanian organik yang ramah lingkungan.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/532 Pertanian Kota Berbasis Siklus Organik di Kabupaten Karanganyar 2022-11-24T02:55:24+00:00 Tri Purwani tripurwani55@gmail.com Retna Dewi Lestari tripurwani55@gmail.com <p>Salah satu masalah perkotaan yang sangat krusial adalah sampah. Timbunan sampah di Kabupaten Karanganyar terhitung tinggi .Salah satu cara pengelolaan terhadap banyaknya sampah di perkotaan dengan menggunakan Siklus organik. Siklus organik perkotaan merupakan suatu rangkaian dari limbah-limbah perkotaan berupa bahan-bahan organik yang berasal dari pemukiman (rumah tangga) dan pasar yang diubah menjadi pupuk organik dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber hara dalam budidaya tanaman yang mampu menghasilkan produk-produk pertanian yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat kota itu sendiri. Bedasarkan latar belakang dapat disimpulkan masalah yang terjadi di perkotaan yaitu kurangnya kesadaran masyarakat tentang sampah dan bahayanya ketergantungan bahan pangan yang mengandung bahan berpestisida. Metode yang digunakan merupakan hasil telaah pustaka yang bersumber dari publikasi instansi pemerintah, hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan kependudukan Kabupaten Karanganyar, sampah kota dan pengelolaannya, serta aplikasi budidaya sayuran pemanfaatan lahan sempit dapat berupa pot, polybag, vertikultur. Hasil yang di peroleh adalah produktivitas sampah organik kota menurun dan meningkatkan produktivitas sayuran organik serta peningkatan bahan pangan yang tidak berbahaya jika masyarakat Kabupaten Karanganyar mau menerapkannya.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/533 Induksi Pertumbuhan dan Ketahanan Tanaman Cabai Terhadap Penyakit Antraknosa dengan Aplikasi Cendawan Endofit 2022-11-24T02:57:45+00:00 Tunjung Pamekas tunjungpamekas@unib.ac.id Hartal Hartal tunjungpamekas@unib.ac.id Sapnah Holiza tunjungpamekas@unib.ac.id <p>Penyakit antraknosa yang disebabkan oleh patogen <em>Colletotrichum</em> sp. menyebabkan gejala mati pucuk pada tanaman cabai dan selanjutnya pucuk menjadi kering berwarna coklat kehitam-hitaman.&nbsp; Patogenisitas <em>Colletotrichum</em> sangat kuat sehingga dapat menurunkan produksi cabai.&nbsp; Kehilangan hasil akibat penyakit antraknosa mencapai lebih dari 50% di seluruh dunia,&nbsp; terutama di wilayah tropis dan sub tropis. Penyakit ini juga ditemukan pada buah cabai pascapanen yang kerusakannnya dapat mencapai 50%, karena nilai estetika dari buah cabai menjadi rusak. <em>Colletotrichum</em> merupakan cendawan tular udara&nbsp; yang dapat menginfeksi&nbsp; bagian duan, batang dan buah. Pada saat serangan berat, seluruh bagian buah cabai akan mengering dan keriput.&nbsp; Tindakan budi daya yang tepat dibutuhkan untuk menjaga produksi hasil cabai tetap stabil bahkan meningkat, salah satunya dengan pemberian mikroba pemacu pertumbuhan tanaman salah satunya yaitu menggunakan cendawan endofit. Tujuan penelitian adalah untuk mengevalusi&nbsp; induksi pertumbuhan dan ketahanan tanaman cabai dengan aplikasi cendawan endofit.&nbsp; Penelitian &nbsp;&nbsp;&nbsp;dilaksanakan pada bulan Januari – Juli &nbsp;2021 di Laboratorium Proteksi Tanaman dan <em>greenhouse</em> Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan &nbsp;empat jenis cendawan endofit, yaitu A= belum teridentifikasi, B= <em>Rhizoctonia</em> sp. 1<sub>, </sub>C= <em>Curvularia </em>sp. dan D=<em>Rhizoctonia</em> sp. 2 serta E=tanpa cendawan endofit. &nbsp;Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi cendawan endofit memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap pertumbuhan tanaman cabai, namun aplikasi cendawan endofit mampu menurunkan keparahan penyakit antraknosa pada tanaman cabai.&nbsp; Aplikasi cendawan endofit mampu memacu pembentukan senyawa asam salisilat pada tanaman cabai.&nbsp;</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/534 Implementasi Program Kawasan Rumah Pangan Lestari di Kota Samarinda 2022-11-24T03:00:57+00:00 Wawan Banu Prasetyo wawan.banu@yahoo.com Afrilia Tri Widyawati wawan.banu@yahoo.com <p>Penelitian yang mengambil lokasi di Kota Samarinda ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana implementasi program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Kota Samarinda, dengan fokus untuk melihat karakteristik pelaksanaan program dan menganalisis sejauh mana kontribusi program bagi perekonomian keluarga penerima manfaat program. Penelitian ini menggunakan metode analisis campuran yang mengelaborasikan analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dilakukan melalui metode survey dengan menyebarkan kuesioner terhadap seluruh anggota kelompok penerima manfaat program KRPL bersumber dari dana APBN 2021 yang berjumlah 120 orang. Analisis kualitatif digunakan untuk memperkuat analisis kuantitatif, melalui metode wawancara mendalam terhadap aparat Dinas Ketahanan Pangan Kota Samarinda dan pendamping kelompok. Berdasarkan hasil penelitian, karakteristik kelompok penerima manfaat program KRPL sebagian besar adalah ibu rumah tangga usia produktif dengan jenjang pendidikan dasar dan menengah. Implementasi program KRPL memiliki potensi yang perlu ditumbuhkan untuk meningkatkan manfaat ekonomi program. Walaupun saat ini, program KRPL masih sebatas untuk konsumsi sendiri dan berkontribusi mengurangi pengeluaran domestik untuk pangan, namun jika digarap dengan serius dan berkelanjutan dengan skala yang lebih luas, progam ini dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan di perkotaan.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/535 Penyebaran Informasi Inovasi Teknologi Hasil Penelitian Pertanian Melalui Pameran di Kalimantan Timur 2022-11-24T03:04:09+00:00 Wawan Banu Prasetyo wawan.banu@yahoo.com Nunik Wahyu L wawan.banu@yahoo.com <p>Penyebaran Informasi Inovasi Teknologi Pertanian merupakan kegiatan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian kepada pengguna. Pengkajian penyebaran inovasi teknologi pertanian melalui pameran dilaksanakan pada tanggal 25-28 April 2019 pada Pameran Kaltim Fair di Samarinda Kalimantan imur. Tujuan pengkajian adalah untuk mengetahui persepsi pengunjung terhadap materi pameran, bahan pendukung pameran, penjaga stan, serta untuk menggali umpan balik yang berkaitan dengan informasi/inovasi teknologi pertanian yang dibutuhkan dan saran perbaikan bagi pelaksanaan pameran di masa mendatang. Berdasarkan hasil pengkajian terhadap 60 pengunjung, 84,12% responden menyatakan materi yang disajikan telah sesuai dengan tema pameran dan 73,83% menyatakan sesuai dengan kebutuhan. Hampir seluruh responden menyatakan materi yang ditampilkan cukup menarik, penyajian alat bantu peraga menarik, dan pemandu pameran mampu memberikan informasi dengan baik kepada pengunjung. Hampir seluruh responden menyatakan cukup puas, puas, dan sangat puas terhadap materi pameran yang ditampilkan. Penggunaan alat peraga dalam format teknologi informasi dan demontrasi, peningkatan kualitas dan kuantitas pemandu, serta sosialisasi/promosi yang lebih gencar perlu dilakukan agar penyebaran inovasi teknologi melalui pameran dapat lebih diketahui oleh masyarakat luas.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/536 Efektivitas Campuran Herbisida Saflufenacil 250 g/l + Trifludimoxazin 125 g/l Terhadap Gulma Pada Pertanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan 2022-11-24T03:06:53+00:00 Yayan Sumekar yayan.sumekar@unpad.ac.id <p>Salah satu hal penting pada budidaya kelapa sawit adalah pengendalian gulma. Gulma di perkebunan kelapa sawit selain menimbulkan persaingan dengan tanaman juga mengganggu kelancaran kegiatan kebun, sehingga perlu dilakukan pengendalian. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efikasi dari herbisida dengan bahan aktif Saflufenacil 250 g/l+Trifludimoxazin 125 g/l dalam mengendalikan gulma berdaun lebar pada pertanaman kelapa sawit fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM). Percobaan ini dilaksanakan di Perkebunan Kelapa Sawit di Kampung Karangsari Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut dengan ketinggian tempat 400 mdpl pada bulan Desember 2021 hingga Maret 2022. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal yaitu berbagai dosis herbisida bahan aktif Saflufenacil 250 g/l+Trifludimoxazin 125 g/l yang diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh herbisida campuran bahan aktif Saflufenacil 250 g/l+Trifludimoxazin 125 g/l terhadap pengendalian gulma berdaun lebar pada pertanaman kelapa sawit belum menghasilkan (TBM). Herbisida Saflufenacil 250 g/l+Trifludimoxazin 125 g/l dosis 150 ml/ha yang paling efektif&nbsp; untuk mengendalikan gulma berdaun lebar pada pertanaman kelapa sawit belum menghasilkan (TBM).</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/537 Penerapan Inovasi Teknologi Pertanian Berbasis Sistem Usaha Pertanian Inovatif Mendukung Ketahanan Pangan 2022-11-24T03:09:06+00:00 Yennita Sihombing yennita.sihombing86@gmail.com <p>Penerapan teknologi inovasi pertanian berperan penting dalam meningkatkan produktivitas usaha tani, sehingga berpeluang untuk meningkatkan kesejahteraan hidup, dan meningkakan ketahanan pangan khususnya rumah tangga petani. Pengkajian ini bertujuan untuk mengindentifikasi inovasi teknologi pertanian yang telah diterapkan di lokasi studi, dan menganalisis hubungannya dengan kondisi ketahanan pangan pada rumah tangga petani. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis inovasi teknologi pertanian dan penerapannya berbasis sistem usaha pertanian inovatif dalam mendukung ketahanan pangan. Pengkajian dilakukan dengan menggunakan data primer dan sekunder yang dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan Metoda Desk Research. Teknologi tepat guna dan spesifik lokasi meliputi pemetaan kemampuan dan kesesuaian lahan, pewilayahan komoditas, analisis usahatani, optimalisasi pemanfaatan lahan, aplikasi agroteknologi, pertanian terpadu, penyediaan input produksi pertanian, perbaikan infrastruktur, pelatihan pendampingan pemberdayaan, pengembangan teknologi, pengendalian konversi lahan pertanian, dan penataan kelembagaan. Penerapan teknologi ini berkorelasi positif dengan kondisi ketahanan pangan khusunya rumah tangga petani, dimana petani yang menerapkan inovasi teknologi tingkat ketahanan pangan lebih baik dibandingkan dengan petani yang tidak menerapkan inovasi teknologi.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/538 Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Cabai Rawit Merah (Capsicum chinense jacq) di Pasar Anyar, Kota Tangerang 2022-11-24T03:13:40+00:00 Yesi Nurvita Sari yesi@gmail.com Ratna Mega Sari yesi@gmail.com Ahmad Bukhari yesi@gmail.com <p>The purpose of this research is to analyze the effect of price, attitude, income, product quality and sales location on purchasing decisions both partially and simultaneously. This research was conducted in Pasar Anyar, Tangerang City. The study time was conducted in December - Maret 2022. The type of research used is descriptive quantitative research. The sampling technique used in this study was incidental sampling with a total sample of 50 people. The analysis technique used in this study is descriptive statistical analysis, multiple linear regression analysis, classical assumption test and hypothesis test. The results of the t-test (partial) indicate that the product quality variable (X4) have a significance value of &lt; 0,05 and t-test &gt; t-table. It can be concluded that partially the independent variables have a significant effect on purchasing decisions (Y). While the price variable (X1), attitude (X2), income (X3), and sales location (X5) has a significance value of &gt; 0,05 and t-test &lt; t-table. It can be concluded that partially price variable does not affect the purchase decision (Y). The results of the F-test show a significance value of &lt; 0.05 and f-test &gt; f-table. It can be concluded that the variable price, attitude, income, product quality and sales location together have a significant effect on purchasing decisions on Cabai Rawit</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/539 Aplikasi Cendawan Entomopatogen Beauveria Bassiana (Bals.) pada Tanaman Padi dan Pengaruhnya Terhadap Preferensi Oviposisi Imago Wereng Batang Coklat (Nilaparvata Lugens Stal) 2022-11-24T03:16:13+00:00 Yolma Hendra trizelia@yahoo.com Trizelia Trizelia trizelia@gmail.com My Syahrawati trizelia@yahoo.com <p>Wereng batang coklat (<em>Nilaparvata lugens</em> Stal.) merupakan hama utama yang menyebabkan rendahnya produksi tanaman padi. Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan pemanfaatan agens hayati. Salah satunya cendawan <em>Beauveria bassiana</em> (Bals.) Vuill. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh cendawan <em>B bassiana</em> yang diinokulasikan melalui&nbsp; benih padi selama 24 jam terhadap preferensi oviposisi imago Wereng Batang Coklat (WBC). Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari empat isolat <em>B.bassiana </em>yaitu: BbJg, BbWS, Pb211, Td312 dan kontrol. Konsentrasi <em>B. bassiana</em> yang digunakan adalah 10<sup>8 </sup>&nbsp;konidia/ml. Data yang didapat diolah dengan menggunakan sidik ragam atau analisis of variance (ANOVA), dan dilanjutkan dengan uji LSD taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua isolat cendawan&nbsp; <em>B. bassiana </em>mampu mengkolonisasi semua bagian tanaman padi dan tingkat kolonisasi tertinggi terdapat pada daun. Kemampuan kolonisasi dipengaruhi oleh jenis isolat.&nbsp; Keberadaan cendawan <em>B. bassiana </em>&nbsp;di dalam jaringan tanaman padi memberikan&nbsp; pengaruh negatif terhadap preferensi oviposisi imago betina WBC.&nbsp; Jumlah telur yang diletakkan imago lebih sedikit pada tanaman padi yang diaplikasi <em>B. bassiana</em>dan&nbsp; persentase&nbsp; telur yang menetas juga lebih rendah dibandingkan dengan control.&nbsp; Cendawan <em>B. bassiana </em>&nbsp;dengan kode BbWS adalah yang terbaik dalam menghambat peletakan telur dan menekan persentase telur menetas WBC.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/540 Kelayakan Usahatani Kedelai pada Lahan Sawah Tadah Hujan di Kabupaten Halmahera Tengah 2022-11-24T03:22:11+00:00 Yopi Saleh yopisaleh@gmail.com Yayat Hidayat yopisaleh@gmail.com Hermawati Cahyaningrum yopisaleh@gmail.com <p>Pengaturan pola tanam pada lahan sawah tadah hujan selain dapat meningkatkan indeks pertanaman (IP), juga mampu meningkatkan tambahan pendapatan usahatani bagi petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan usahatani kedelai pada lahan sawah tadah hujan. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah tadah hujan di Desa Wairoro Indah, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah pada MT-III bulan September-Desember 2018. Varietas yang digunakan adalah Detap, Demas, Dering dan juga varietas Lokal melalui penerapan PTT kedelai dengan aplikasi jarak tanam 40x30 cm, dosis pemupukan 200 kg/ha NPK Phonska dan 50 kg/ha SP-36. Data hasil pengamatan dianalisis dengan Anova dan uji LSD pada taraf 5%. Kemudian analisis pendapatan usahatani, analisis kelayakan finansial usahatani, dan analisis titik impas (BEP) digunakan untuk melihat tingkat kelayakan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaan pertumbuhan dan hasil dari tanaman kedelai varietas Dering dan Lokal tidak banyak berbeda nyata dan memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan varietas Detap dan Demas. Berdasarkan hasil analisis finansial, secara umum usahatani kedelai pada lahan sawah tadah hujan menguntungkan dan layak untuk diusahakan dengan rata-rata produksi kedelai, pendapatan usahatani dan R/C ratio atas biaya total sebesar 1.401 kg/ha, Rp. 1.863.450,- dan 1,22. Jika dirinci berdasarkan varietas, kedelai varietas Detap, Dering, dan Lokal layak untuk diusahakan dan dikembangkan karena menguntungkan dengan nilai R/C ratio atas biaya total lebih besar dari 1, yaitu masing-masing sebesar 1,15; 1,33; dan 1,54. Sedangkan varietas Demas belum layak untuk dikembangkan karena belum menguntungkan dengan nilai R/C ratio atas biaya total sebesar 0,87.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/541 Efek Enzim Bromelin dari Bonggol Nanas Terhadap Efesiensi Pakan dan Patologi Anatomi pada Ikan Mas (Cyprinus carpio) yang Diinfestasi Argulus japonicus 2022-11-24T03:26:07+00:00 Yustika Rahmawati yustikarahma16@gmail.com Kismiyati Kismiyati yustikarahma16@gmail.com Mirni Lamid yustikarahma16@gmail.com <p>Ikan mas (<em>Cyprinus carpio</em>) merupakan ikan konsumsi air tawar memiliki beberapa keunggulan dimana pertumbuhannya cepat, mudah dipelihara, memiliki nilai gizi yang baik dan bernilai ekonomis. Permintaan terhadap produk ikan mas cukup tinggi. Total produksi Ikan mas nasional pada tahun 2019 mendekati 536 ribu ton (KKP, 2021). Peningkatan produksi ikan mas berakibat pada penyediaan ikan mas yang cukup dan berkualitas pada proses budidaya. Menurut Faroq (2020), pemberian pakan yang dicampur enzim bonggol nanas dapat meningkatkan laju pertumbuhan harian tertinggi dan efisiensi pakan. Pakan yang lebih efisien diharapkan ikan dapat lebih bertahan ketika terinfeksi parasit <em>Argulus japonicus</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek enzim bromelin pada bonggol nanas terhadap efesiensi pakan dan patologi anatomi pada ikan mas (<em>Cyprinus carpio</em>) yang diinfestasi <em>Argulus japonicus</em>. Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 4x2 perlakuan yaitu faktor pertama dosis enzim bromelin 2,25% dan tanpa penambahan enzim bromelin. Faktor kedua yaitu derajat infestasi argulus ringan, sedang, dan berat. Hasil penelitian menunjukkan efesiensi pakan dan patologi anatomi yang tidak berbeda nyata terhadap pemberian enzim bromelin pada ikan mas yang diinfestasi <em>Argulus japonicus</em>. Namun perlakuan dengan penambahan enzim bromelin yang diinfestasi <em>Argulus japonicus</em> memberikan nilai efesiensi pakan lebih tinggi dan nilai patologi anatomi lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan tanpa pemberian enzim bromelin yang diinfestasi <em>Argulus japonicus</em>.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/543 Pertumbuhan dan Hasil Jagung Ungu (Zea mays L. ceratina Kulesh) Pada Pola Baris Tanam dan Macam Pupuk Kandang 2022-12-15T01:02:35+00:00 Ibnu Sutrisno benusutrisno@gmail.com Endah Wahyurini benusutrisno@gmail.com Heti Herastuti benusutrisno@gmail.com Muhammad Noor Ariefin benusutrisno@gmail.com <p>Tanaman jagung ungu merupakan salah satu komoditas pangan yang banyak mengandung antosianin, namun masih kurang baik dalam teknik budidayanya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem pola baris terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung ungu, serta mengetahui jenis pupuk kandang yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung ungu. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Desember 2019 sampai Februari 2020 di kebun percobaan Wedomartani Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan yang disusun dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan dua faktor. Faktor pertama terdiri 3 aras yaitu: satu baris, dua baris dan kombinasi satu baris dan dua baris. Faktor kedua adalah jenis pupuk kandang terdiri 3 aras yaitu, pupuk kandang ayam 4,2 kg/petak, pupuk kandang sapi 4,2 kg/petak dan pupuk kandang kambing 4,2 kg/petak. Data pengamatan di analisis secara statistik menggunakan uji Analysis of Varians (ANOVA) pada jenjang nyata 5% dan yang terdapat beda nyata dilakukan dengan uji jarak berganda Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan yang paling baik ditunjukkan pada pola baris dua baris pada parameter tinggi tanaman dan hasil yang paling baik ditunjukkan pada kombinasi pola baris satu dan dua dan perlakuan pupuk kandang ayam pada parameter panjang tongkol tanpa kelobot. Pertumbuhan yang paling baik ditunjukkan pada pupuk kandang ayam (P3) pada parameter Panjang tongkol tanpa kelobot.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/544 Peran Penyuluh Pertanian Swadaya Pada P4S Artha Tani Terhadap Produksi Padi (Oryza sativa L.) di Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara 2022-12-15T01:06:34+00:00 Meilasari Wijayanti wijayantimeilasari@gmail.com Sulistyani Budiningsih wijayantimeilasari@gmail.com Watemin Watemin wijayantimeilasari@gmail.com <p>Penelitian ini dilaksanakan di P4S Artha Tani Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah dari bulan April sampai Mei 2022. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui Profil Petani Padi Binaan P4S Artha Tani Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara. 2) Mengetahui Profil Penyuluh Pertanian Swadaya di P4S Artha Tani Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara. 3) Mengetahui Pengaruh Intensifikasi dan Diversifikasi Terhadap Produksi Padi Petani Binaan P4S Artha Tani di Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara. 4) Mengetahui Peran Penyuluh Pertanian Swadaya Pada P4S Artha Tani Terhadap Produksi Padi (<em>Oryza sativa</em>&nbsp;L.) di Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara.&nbsp;Metode yang digunakan adalah&nbsp;<em>field research</em>.&nbsp;Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Pengambilan sampel menggunakan teknik&nbsp;<em>simple random sampling</em>&nbsp;dan sensus. Jumlah responden yang diambil sebagai sampel sebanyak 45 petani padi dan 4 penyuluh pertanian.&nbsp;Hasil penelitian menyimpulkan bahwa profil petani padi binaan P4S Artha Tani berjenis kelamin laki-laki, berusia lebih dari 35 tahun, pendidikan terakhir SD, pengalaman bertani 11-20 tahun, jumlah tanggungan keluarga 2-4 orang, luas lahan lebih dari 1 ha, dan produksi padi 1.000-5.000 kg. Profil penyuluh pertanian swadaya di P4S Artha Tani berjenis kelamin laki-laki, berusia 45-67 tahun, pendidikan terakhir SMP-Perguruan Tinggi, pengalaman menjadi penyuluh pertanian selama 7 tahun, dan jumlah tanggungan keluarga 3-5 orang. Hasil analisis menunjukkan bahwa intensifikasi memberikan pengaruh tinggi dan diversifikasi memberikan pengaruh sedang terhadap produksi padi petani binaan P4S Artha Tani. Peran penyuluh pertanian swadaya pada P4S Artha Tani dalam kategori baik terhadap produksi padi (<em>Oryza sativa</em>&nbsp;L.) di Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara.</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences http://conferenceproceedings.ump.ac.id/index.php/pspfs/article/view/512 Preface 2022-11-17T03:52:44+00:00 Editor lpip@ump.ac.id <p>Preface Page Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Purwokerto</p> 2022-11-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 Proceedings Series on Physical & Formal Sciences