Deskripsi Ketersediaan Alat dan Obat Kontrasepsi (Alokon) Keluarga Berencana Pasca Persalinan di Puskesmas Wilayah Banyumas

Authors

  • Sri Muryati Universitas Muhammadiyah Purwokerto
  • Inggar Ratna Kusuma Universitas Muhammadiyah Purwokerto

DOI:

https://doi.org/10.30595/pshms.v4i.567

Keywords:

Alat kontrasepsi, Jumlah Aksepto, KBPP

Abstract

Latar Belakang: Ketersediaan alat dan obat kontrasepsi (alokon) yang ada di fasilitas kesehatan penting untuk mencegah missed opportunity pada ibu pasca bersalin yang ingin menggunakan kontrasepsi. Sehingga dapat membantu menurunkan terjadinya unmet need. Seperti pada penelitian terdahulu dapat diketahui bahwa masih banyak indikator kesuksesan penyimpanan dan distribusi alokon yang belum tercapai. Diantaranya adalah jumlah alat kontrasepsi yang tidak sebanding dengan jumlah calon akseptor Keluarga Berencana. Mekanisme penyimpanan alokon yang belum memenuhi standar. Pengelolaan alokon di fasilitas kesehatan dari penerimaan hingga pengeluaran masih belum optimal.  Oleh karena itu, mekanisme kontrol distribusi dan pengelolaan alokon perlu maksimalkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketersediaan Alokon (Alat dan Obat Kontrasepsi) dan Jumlah Akseptor KBPP (Keluarga Berencana Pascapersalinan) di Puskesmas wilayah Banyumas. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif observasional yaitu mengamati dan mengobservasi. Pengambilan data dengan purposive sampling, sampel yang digunakan sebanyak 30 puskesmas. Hasil : Hasil penelitian didapatkan Ketersediaan Alokon dan Jumlah Akseptor KBPP di puskesmas wilayah Banyumas dari 30 Puskesmas sebanyak 10 puskesmas masih <25%, sebanyak 6 puskesmas (>25%), 50-75 sebanyak 9 puskesmas (>50%), 75-100 sebanyak 3 puskesmas (>75%), dan >100% sebanyak 2 puskesmas.

References

BKKBN. (2017). Peraturan Kepala BKKBN No. 3 Tahun 2017 tentang Penyediaan Sarana Penunjang Pelayanan Kontrasepsi dalam Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga. Bkkbn, 49.

BKKBN. (2018). Pengetahuan Teknis tentang Metode dan Alat Kontrasepsi beserta Miskonsepsinya serta KB Pasca Persalinan dan Keguguran. Center for Communication Programs.

Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. (2019). Profil Kesehatan Kabupaten Banyumas Tahun 2019. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 52–53.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. (2019). Profil Kesehatan Provinsi Jateng Tahun 2019. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 3511351(24), 61.

Elsa Vijayanti. (2020). Analisis Pengendalian Intern Persediaan Alat dan Obat Kontrasepsi. Jambi Accounting Review, 1, 204–216.

Kelompok Kerja Pasca Persalinan. (2020). Petunjuk teknis pelayanan keluarga berencana pascapersalinan. 1, 6–8.

Kemenkes RI, 2015. (2015). PMK No. 46 ttg Akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama, Tempat Praktik Mandiri Dokter dan Dokter Gigi.pdf.part. http://www.slideshare.net/adelinahutauruk7/permenkes-no-46-tahun-2015-tentang-akreditasi-puskesmas-klinik-pratama-tempat-praktik-mandiri-dokter-dan-dokter-gigi

Kohar Marisco, Mandagi Chreisye K.F, K. G. E. . (2018). KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2018 PENDAHULUAN Program Keluarga merupakan salah Berencana satu ( KB ) BKKBN Provinsi Sulawesi Utara salah satunya adalah mengelola alat dan obat kontrasepsi di tingkat Provinsi d. Kesmas Indonesia, 7(5), 6.

Mahalia, L. D. (2012). Analisis Penyimpanan Dan Distribusi Alat Dan Obat Kontrasepsi Pemerintah di Kota Palangkaraya. Jurnal Forum Kesehatan.

Ninla Elmawati Falabiba, Anggaran, W., Mayssara A. Abo Hassanin Supervised, A., Wiyono, B. ., Ninla Elmawati Falabiba, Zhang, Y. J., Li, Y., & Chen, X. (2014). Permenkes no 21 tahun 2021. Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents, 5(2), 40–51.

Perka BKKBN. (2017). Peraturan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Nomor 24 Tahun 2017 Tentang Pelayanan Keluarga Berencana Pasca Persalinan dan Pasca Keguguran. Pelayanan Keluarga Berencana Pasca Persalinan Dan Keguguran, 1(1), 64.

Samuel, I., & Mandas, T. (2018). EVALUASI KEBIJAKAN KEPENDUDUKAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI PROVINSI SULAWESI UTARA (Studi di BKKBN Prov. Sulawesi Utara). Jurnal Administrasi Publik, 4(62), 92–98.

Saputra, A., & Novianti, L. (2020). Hubungan Ketersediaan Alat Kontrasepsi Terhadap Penggunaan Alat Kontrasepsi Pada Pasangan Usia Subur. Jurnal Kesehatan?: Jurnal Ilmiah Multi Sciences, 10(02), 89–96. https://doi.org/10.52395/jkjims.v10i02.290

Sartika, W., Qomariah, S., & Herlina, S. (2021). Peningkatan Berat Badan dengan Penggunaan Kontrasepsi KB Suntik 1 Bulan. Jurnal SMART Kebidanan, 8(1), 34. https://doi.org/10.34310/sjkb.v8i1.444

SDKI. (2017). Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia. Survei Demografi Dan Kesehatan Indonesia. https://doi.org/0910383107 [pii]r10.1073/pnas.0910383107

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Tindakan. Alvabeta, cv. www.cvalfabeta.com

Downloads

Published

2023-01-02

How to Cite

Muryati, S., & Kusuma, I. R. (2023). Deskripsi Ketersediaan Alat dan Obat Kontrasepsi (Alokon) Keluarga Berencana Pasca Persalinan di Puskesmas Wilayah Banyumas. Proceedings Series on Health &Amp; Medical Sciences, 4, 110–113. https://doi.org/10.30595/pshms.v4i.567