An Overview of Mothers' Knowledge and Skills in Administering Tepid Water Sponge to Hyperthermic Children in Kalikidang Village

Authors

  • Fadhilla Noor Hidayah
  • Atika Dhiah Anggraeni

DOI:

https://doi.org/10.30595/pshms.v9i1.2205

Keywords:

Hipertermia, tepid water sponge, knowledge, Skills

Abstract

Background: Hyperthermia is an increase in body temperature that can be caused by hormonal disturbances, metabolic disorders, drug use, increased environmental temperature, or exposure to external heat, leading to an imbalance between heat production and heat loss in the body. Tepid Water Sponge is a procedure aimed at enhancing heat loss control through evaporation and conduction in individuals experiencing high fever.

Method: This research employs a descriptive explanatory method with a total of 40 mothers as respondents. Data collection was conducted using a knowledge questionnaire and an observation sheet for skills assessment.

Results: The study revealed that 63.4% of mothers had good knowledge, and 34.1% had adequate knowledge. Regarding tepid water sponge skills, 26.8% of mothers demonstrated a good understanding of the technique, 65.9% had adequate skills, and 4.9% had poor skills.

Conclusion: Mothers' knowledge about tepid water sponge is generally good, although there are still a few (two mothers) who lack sufficient skills.

References

[1] Koswara K, Adharani Y, Ambo SN. Identifikasi penyakit balita berdasarkan gejala yang dialami dengan menggunakan Bayesian Network. Prosiding Semnastek. 2019:1-12.

[2] Anggraeni BDL, Sarwono B, Isworo A. Efektivitas water tepid sponge suhu 37°C dan kompres hangat suhu 37°C terhadap penurunan suhu pada anak dengan hipertermia. Jurnal Keperawatan Mersi. 2019;8:54.

[3] Mawadahnur I, Immawati I. Penerapan pemberian tepid sponge bath untuk mengatasi masalah keperawatan hipertermia pada anak toddler (1-3 tahun). Jurnal Cendikia. 2021;1:236-244.

[4] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia 2021. Jakarta: Kemenkes RI; 2022.

[5] Marwan R. Faktor yang berhubungan dengan kejang demam pada anak usia 5-6 tahun. 2017.

[6] Haryani S, Adimayanti E, Astuti AP. Pengaruh tepid sponge terhadap penurunan suhu tubuh pada anak pra sekolah yang mengalami demam di RSUD Ungaran. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama. 2018;7(1):44.

[7] Green C, Krafft H, Guyatt G, Martin D. Symptomatic fever management in children: a systematic review of national and international guidelines. PLoS One. 2021;16(6):1-25. doi:10.1371/journal.pone.0245815.

[8] Wardiyah A, et al. (Data publikasi tidak lengkap pada naskah asli).

[9] Isneini M. Efektifitas penurunan suhu tubuh antara kompres hangat dan water tepid sponge pada pasien anak usia 6 bulan-3 tahun dengan demam di Puskesmas Kartasura Sukoharjo. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta; 2014.

[10] Hijriani H. Pengaruh pemberian tepid sponge terhadap penurunan suhu tubuh pada anak demam usia toddler (1-3 tahun). Jurnal Keperawatan dan Kesehatan MEDISINA AKPER YPIB Majalengka. 2019;5(Juli):1-8.

[11] Yunianti Y, et al. (Data publikasi tidak lengkap pada naskah asli).

[12] Irlianti E, Immawati I, Nurhayati S. Penerapan tepid sponge terhadap masalah keperawatan hipertermi pada pasien anak demam usia toddler (1-3 tahun). Jurnal Cendikia Muda. 2021;1(3).

[13] Zellatifanny CM, Mudjiyanto B. Tipe penelitian deskripsi dalam ilmu komunikasi. Jurnal Diakom. 2018.

[14] Ramadhani Khija, Uttoh LMT. Teknik pengambilan sampel. Ekp. 2015;13(3):1576-1580.

[15] Novianti NPE. Gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang penanganan hipertermia pada anak DHF di Banjar Taman Tempek Palekan Puskesmas Sukawati II Tahun 2021. 2021.

[16] Sanaky HAH. Validitas dan reliabilitas instrumen penelitian. 2021.

[17] Paputungan F. Karakteristik perkembangan masa dewasa awal. Journal of Education and Culture (JEaC). 2023;3(1):2986-1012.

[18] Alfia, Hanifah L. Pengetahuan ibu tentang stimulasi tumbuh kembang balita dengan perkembangan balita usia 12-36 bulan di Posyandu Kasih Ibu 7 Banyu Urip Klego Boyolali Tahun 2014. 2014:83-100.

[19] Darsini, Fahrurrozi, Cahyono EA. Pengetahuan: artikel review. Jurnal Keperawatan. 2019;12(1):97.

[20] Rihi AYM, Tat F, Romana ABYH. (Data publikasi tidak lengkap pada naskah asli).

[21] Butarbutar MH, Sholikhah S, Napitupulu LH. (Data publikasi tidak lengkap pada naskah asli).

[22] Haryani S, Adimayanti E. Gambaran pengetahuan ibu dalam menangani hipertermi pada anak usia prasekolah di PAUD Melati Dusun Sleker Desa Kopeng Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Jurnal Keperawatan Anak. 2016;3(1):18-22.

[23] Darsini, Fahrurrozi, Cahyono EA. Pengetahuan: artikel review. Jurnal Keperawatan. 2019;12(1):97.

[24] Suhartini. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan dan keterampilan individu. 2023.

Downloads

Published

2026-04-27

How to Cite

Hidayah, F. N., & Anggraeni, A. D. (2026). An Overview of Mothers’ Knowledge and Skills in Administering Tepid Water Sponge to Hyperthermic Children in Kalikidang Village. Proceedings Series on Health & Medical Sciences, 9, 45–50. https://doi.org/10.30595/pshms.v9i1.2205