Kearifan Lokal Masyarakat Dalam Pencegahan Bencana Longsor Lahan di Desa Cibangkong Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas
Keywords:
Kearifan Lokal, Longsor Lahan, Pencegahan BencanaAbstract
Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana longsor sehingga diperlukan upaya pencegahan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kearifan lokal masyarakat dalam pencegahan longsor lahan di Desa Cibangkong, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan dokumentasi terhadap 12 informan yang dipilih karena memiliki pengetahuan serta pengalaman terkait pencegahan longsor. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal masyarakat tercermin dalam dua aspek utama, yaitu nilai dan praktik. Aspek nilai tampak pada gotong royong, kepedulian, kebersamaan, kepatuhan terhadap larangan menebang pohon sembarangan, tradisi sedekah bumi, penggunaan tenger sebagai penanda longsor, serta bronjong sebagai penahan erosi. Aspek praktik dilakukan melalui pengolahan lahan berupa terasering atau sengkedan, serta teknik vegetatif dengan menanam pohon berakar kuat seperti jati, albasia, manggis, rumput gajah, dan vetiver. Temuan ini menegaskan bahwa kearifan lokal berperan penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat setempat terhadap risiko longsor secara berkelanjutan.
References
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (2024). Data bencana. Diakses dari https://www.bnpb.go.id/data-bencana
BPBD Provinsi Jawa Tengah. (2023, 12 Desember). Mencegah longsor dengan akar wangi: Solusi alami dan berkelanjutan. Diakses tanggal 30 April 2025, dari https://bpbd.jatengprov.go.id/main/mencegah-longsor-dengan-akar-wangi-solusi-alami-dan-berkelanjutan/
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). (2020). Pengenalan gerakan tanah. Jakarta: ESDM. Diakses dari https://www.esdm.go.id/assets/media/content/Pengenalan_Gerakan_Tanah.pdf
Kurniati, Kurniawati, Dewi, & Ferawati. (2020). Konservasi lahan rawan longsor di RW 9 Kelurahan Srondol Kulon, Kecamatan Banyumanik, Semarang. Jurnal Arsitektur Zonasi, 3, 309–317.
Kurnianto, Elfiani, & Alfani. (2021). Analisis spasial kerentanan banjir dan longsor di Kabupaten Banyuwangi. JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi), 6(1), 49–60. https://doi.org/10.21067/jpig.v6i1.5323
Nabila, & Wahab Abdi. (2024). Sosialisasi kebencanaan sebagai peningkatan pengetahuan mitigasi bencana siswa SMP Negeri 16 Banda Aceh. Jurnal Pendidikan Geosfer, IX, 132–145. https://doi.org/10.24815/jpg.v9i1.28681
Nina Ismayani. (2020). Pencegahan longsor melalui konservasi lahan di Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo. 2020(7), 9–14.
Permana, Nasution, & Gunawijaya. (2011). Kearifan lokal tentang mitigasi bencana pada masyarakat Baduy. Makara Human Behavior Studies in Asia, 15(1), 67–76. https://doi.org/10.7454/mssh.v15i1.954
Prastyo, Khasan, & Makhali. (2022). Mitigasi bencana berbasis kearifan lokal masyarakat Desa Rahtawu. Prosiding Temilnas Ikatan Psikologi, Universitas Negeri Semarang.
Purba. (2002). Pengelolaan sumber daya alam berbasis kearifan lokal. Dalam M. A. Marfai (Ed.), Pengantar etika lingkungan dan kearifan lokal (hlm. 3–20). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Putri, Putri, & Suprihani. (2021). Pengelolaan tanah dan air berbasis kearifan lokal untuk mencegah bencana alam longsor. Proceedings Series on Social Sciences & Humanities, 1, 141–146. https://doi.org/10.30595/pssh.v1i.88
Raharja, Wibowo, Ningsih, & Machdum. (2016). Studi masyarakat dalam menghadapi bencana longsor. Jurnal Dialog Penanggulangan Bencana, 7(2), 111–119.
Risdianto. (2012). Analisis mitigasi bencana gerakan tanah di Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas. Seminar Nasional Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. Universitas Diponegoro. Diakses dari http://eprints.undip.ac.id/37617/
Sari, & Suprapto. (2020). Terasering dan vegetasi lokal sebagai upaya pencegahan longsor. Jurnal Geografi, 17(1), 77–86.
Sukmala, & Zuriyani. (2023). Bentuk kearifan lokal masyarakat sebagai upaya mitigasi bencana longsor di Kecamatan Jangkat Timur Kabupaten Merangin. Innovative: Journal of Social Science, 3, 8563–8577.
Suparmini, & Setyawati, S. (2014). Mitigasi bencana berbasis kearifan lokal masyarakat Baduy. Jurnal Pendidikan Indonesia, 2(11), 1940–1949. https://doi.org/10.59141/japendi.v2i11.340
Suwarno, Sutomo, & Dwi. (2016). Kearifan lokal masyarakat dalam mitigasi bencana longsorlahan di Sub DAS Logawa Kabupaten Banyumas. Jurnal Geografi, XX(XX), 1–7.
Suwarno, Nirwansyah, A. W., Sutomo, Demirdag, Sarjanti, E., & Bramasta, D. (2022). The existence of indigenous knowledge and local landslide mitigation: A case study of Banyumas people in Gununglurah Village, Central Java, Indonesia. Sustainability, 14(19), 12765. https://doi.org/10.3390/su141912765
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
Wulandari. (2020). Kearifan lokal sebagai upaya mitigasi bencana alam di daerah pegunungan. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 12(2), 123–135.
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Proceedings Series on Social Sciences & Humanities

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





