Membangun Resiliensi Digital: Strategi Psikologis untuk Meningkatkan Kompetensi Adaptif Mahasiswa Menghadapi Disrupsi Teknologi AI
Keywords:
Resiliensi Digital, Kompetensi Adaptif, Artificial Intelligence, Technostress, Self-Efficacy, Society 5.0.Abstract
Integrasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pendidikan tinggi meningkatkan efisiensi pembelajaran, tetapi juga berpotensi menimbulkan ketergantungan teknologi, technostress, dan penurunan kesejahteraan psikologis mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran resiliensi digital dalam membentuk kompetensi adaptif mahasiswa di Era Society 5.0 melalui metode tinjauan literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan AI dapat meningkatkan self-efficacy dalam jangka pendek, namun juga berisiko memicu ketergantungan dan isolasi sosial jika tidak diimbangi dengan regulasi diri. Resiliensi digital yang mencakup fleksibilitas kognitif, regulasi emosi, dan literasi kritis berperan penting dalam membantu mahasiswa beradaptasi dengan perubahan teknologi. Untuk memperkuat kompetensi adaptif, diperlukan strategi berupa reframing kognitif, pelatihan metakognisi, dan penguatan self-efficacy. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu mengintegrasikan kesehatan mental digital dan literasi AI dalam kurikulum guna menciptakan lulusan yang kompeten secara teknis dan tangguh secara psikologis.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Proceedings Series on Social Sciences & Humanities

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





