Membangun Digital Well-Being dalam Perspektif Psikologi Pendidikan Islam pada Era Society 5.0

Authors

  • Tri Na’imah

DOI:

https://doi.org/10.30595/pssh.v32i1.2270

Keywords:

Digital Well-Being, Psikologi Pendidikan Islam, Society 5.0, Spiritualitas

Abstract

Perkembangan teknologi digital pada era Society 5.0 telah membawa banyak perubahan dalam bidang pendidikan tetapi juga memunculkan berbagai permasalahan psikologis, seperti information overload, digital distraction, dan krisis identitas digital. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguasaan teknologi saja tidak cukup, tetapi perlu diimbangi dengan kemampuan mengelola aspek psikologis, sosial, dan spiritual siswa. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan peran Psikologi Pendidikan Islam dalam membangun digital well-being pada era Society 5.0. Hasil kajian menunjukkan bahwa digital well-being merupakan kondisi kesejahteraan subjektif individu dalam menggunakan teknologi secara sehat, seimbang, aman, dan bermakna. Namun, kajian yang ada masih didominasi oleh aspek psikologis dan perilaku, sedangkan dimensi spiritual belum banyak diintegrasikan. Psikologi Pendidikan Islam menawarkan pendekatan yang lebih holistik melalui integrasi dimensi jasmani, akal, qalb, dan ruh, serta penguatan sa’adah dan psychological well-being Islami. Pendidikan Islam berperan dalam menginternalisasikan nilai amanah, tawazun, sidq, ihsan, dan tabayyun, memperkuat regulasi diri, resiliensi mental-spiritual, serta membangun ekosistem pendidikan yang mendukung digital well-being.

Downloads

Published

2026-05-19

How to Cite

Na’imah, T. (2026). Membangun Digital Well-Being dalam Perspektif Psikologi Pendidikan Islam pada Era Society 5.0. Proceedings Series on Social Sciences & Humanities, 32(1), 5–10. https://doi.org/10.30595/pssh.v32i1.2270

Similar Articles

<< < 29 30 31 32 33 34 

You may also start an advanced similarity search for this article.