Jiwa dalam Genggaman: Tantangan Psikologi Modern di Era AI dan Media Sosial
Keywords:
Psikologi, Kecerdasan Buatan, AI, Media Sosial, Kesehatan Mental, FoMOAbstract
Perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) dan dominasi media sosial telah mengubah fundamental cara manusia berinteraksi, memunculkan tantangan psikologis kompleks seperti kelelahan digital, Fear of Missing Out (FoMO), dan artificial intimacy yang mengancam relasi autentik. Artikel ini bertujuan mengkaji tantangan psikologi modern di era digital melalui tiga fokus: dampak media sosial terhadap kesehatan mental generasi muda, dilema etis implementasi AI dalam layanan klinis, serta formulasi respons psikologi yang humanis. Berdasarkan sintesis berbagai studi mutakhir, ditemukan bahwa media sosial berkorelasi signifikan dengan peningkatan kecemasan, depresi, dan risiko bunuh diri pada remaja, meskipun hubungannya bersifat kompleks dan dipengaruhi faktor perancu. Sementara itu, AI dalam praktik psikologi menawarkan aksesibilitas dan personalisasi, namun sistem AI kerap gagal memenuhi standar etika psikoterapi. Respons strategis yang diusulkan adalah transformasi menuju paradigma "psikologi sadar digital" yang mencakup pembatasan peran AI dalam terapi, penguatan literasi algoritma dalam kurikulum, pengembangan riset berbasis makna hidup, advokasi kebijakan kognitif, serta intervensi komunitas untuk memulihkan keberanian menyendiri dan hubungan autentik. Dengan langkah-langkah ini, psikologi dapat menemukan kembali relevansinya sebagai ilmu yang menjaga jiwa tetap manusiawi di tengah gempuran algoritma tanpa jiwa.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Proceedings Series on Social Sciences & Humanities

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





