Perbedaan Kemandirian Antara Siswa dari Rumah dengan Siswa dari Kelompok Bermain Pada Kelompok B di Ba Aisyiyah Kejobong

Penulis

  • Kusuma Purwanti
  • Tatik Ariyanti

Kata Kunci:

kemandirian anak, kelompok bermain, anak usia dini, siswa dari rumah, perkembangan sosial emosional

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemandirian antara siswa yang berasal dari rumah dengan siswa yang berasal dari kelompok bermain pada Kelompok B di BA Aisyiyah Kejobong. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deskriptif komparatif. Subjek penelitian melibatkan 30 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 15 siswa dari rumah dan 15 siswa dari kelompok bermain. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemandirian yang signifikan antara kedua kelompok siswa. Siswa yang berasal dari kelompok bermain memiliki rata-rata skor kemandirian lebih tinggi (19,8) dibandingkan siswa dari rumah (12,9). Perbedaan ini mencakup aspek kemandirian fisik, sosial, dan emosional, dengan siswa dari kelompok bermain menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengikuti aturan, serta mengelola emosi. Uji hipotesis menggunakan uji t’ yang menunjukkan nilai T hitung (10,00) > T tabel (0,04841), sehingga H0 ditolak, artinya ada perbedaan yang signifikan antara kemandirian siswa dari rumah dengan kemandirian siswa dari Kelompok Bermain. Kesimpulannya, pengalaman belajar di kelompok bermain memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan kemandirian siswa, dibandingkan dengan siswa yang hanya diasuh di rumah.

 

Referensi

Chairilsyah, D. (2019). Analisis kemandirian anak usia dini. PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 88–98.

Damayanti, A., dkk. (2019). Melatih kemandirian anak usia dini melalui aktivitas sehari-hari. Seminar Nasional PAUD 2019, 142–148.

Darmawan, D. (2013). Metode penelitian kuantitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Hartono, J. (2018). Metoda pengumpulan dan teknik analisis data. Penerbit Andi.

Hasyim, S. L. (2015). Pendidikan anak usia dini (PAUD) dalam perspektif Islam. Jurnal Lentera: Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi, 3(2), 69–77.

Maryatun, I. B. (2016). Peran pendidik PAUD dalam membangun karakter anak. Jurnal Pendidikan Anak, 5(1), 747–752.

Melinda, V., & Suwardi. (2021). Upaya guru menanamkan kemandirian anak dalam pembelajaran di sentra seni. Jurnal AUDHI, 3(2), 75–86.

Ndari, S. S., & Chandrawaty. (2018). Telaah kurikulum pendidikan anak usia dini. Edu Publisher.

Ratna, N. K. (2010). Metodologi penelitian budaya dan ilmu-ilmu sosial humaniora pada umumnya. Pustaka Belajar.

Sa’diyah, R. (2017). Pentingnya melatih kemandirian anak. KORDINAT, 26(1), 31–46.

Sari, D. R., & Rasyidah, A. Z. (2019). Peran orangtua pada kemandirian anak usia dini. Jurnal Pendidikan: Early Childhood, 3(1), 1–12.

Sidharto, S., & Izzaty, R. E. (2007). Social skill untuk anak usia dini: Modul 3 pengembangan kebiasaan positif. Tiara Wacana.

Diterbitkan

2026-06-30

Cara Mengutip

Purwanti, K., & Ariyanti, T. (2026). Perbedaan Kemandirian Antara Siswa dari Rumah dengan Siswa dari Kelompok Bermain Pada Kelompok B di Ba Aisyiyah Kejobong. Proceedings Series on Social Sciences & Humanities, 30, 1–6. Diambil dari http://conferenceproceedings.ump.ac.id/pssh/article/view/2250

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.